SUMBER MASALAH: Sebuah pasar hewan di Wuhan, Tiongkok disebut WHO berperan penting dalam penyebaran virus korona ke seluruh dunia. (Dok/Jawapos.com)

Keprisatu.com – Sebuah pasar grosir di pusat Kota Wuhan, Tiongkok, memainkan peran penting dalam penyebaran virus korona (Covid-19) tahun lalu. Hal itu menurut keterangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Otoritas Tiongkok telah menutup pasar tersebut pada Januari, dalam upaya menghentikan penyebaran virus, dan memerintahkan larangan sementara perdagangan dan konsumsi satwa liar.

“Pasar memainkan peran dalam peristiwa itu. Namun apa perannya kami tidak tahu, apakah sebagai sumber atau yang memperluas penyebaran atau hanya sebuah kebetulan bahwa sejumlah kasus terdeteksi di dalam dan sekitar pasar itu,” kata Dr Peter Ben Embarek, ahli WHO tentang keamanan pangan dan virus zoonosis yang melintasi penghalang spesies dari hewan ke manusia, seperti dilansir Antara dari Reuters.

Tidak jelas apakah hewan hidup atau pedagang yang terinfeksi atau pembeli mungkin telah membawa virus ke pasar, katanya dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan ada “sejumlah besar bukti” bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan, meskipun dia juga mengatakan tidak ada kepastian.

Tidak ada bukti publik yang mengaitkan wabah itu dengan laboratorium di Wuhan dan para ilmuwan mengatakan virus korona tampaknya telah berkembang di alam. Sebuah laporan intelijen Jerman meragukan dugaan Pompeo, menurut Der Spiegel.

Dia mencatat bahwa perlu waktu setahun bagi para peneliti untuk mengidentifikasi unta sebagai sumber virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome), sebuah virus korona yang muncul di Arab Saudi pada 2012 dan menyebar di Timur Tengah. “Yang penting, apa yang akan sangat membantu, adalah untuk menahan virus sebelum beradaptasi ke manusia, sebelum versi yang kita miliki sekarang. Karena dengan begitu kita akan lebih memahami bagaimana virus beradaptasi dengan manusia, bagaimana itu berkembang,” kata Ben Embarek. “Dalam hal investigasi, Tiongkok memiliki kemungkinan besar, semua keahlian yang diperlukan untuk melakukan investigasi ini. Mereka memiliki banyak peneliti yang sangat berkualitas untuk itu,” ia menambahkan.

Sudah menjadi pemandangan umum di Asia di mana pasar-pasar tradisional menjual produk segar dan hewan hidup, seperti ikan, di ruang terbuka. Banyak pasar di seluruh dunia yang menjual hewan hidup harus diatur dengan lebih baik dan kondisi kebersihan ditingkatkan, dan beberapa lainnya harus ditutup, kata Ben Embarek. “Tetapi sebagian besar bisa diperbaiki, bisa lebih terorganisasi,” ujar dia. (*)

Sumber: Jawapos