Skuad Garuda Select berlatih di komplek Lambrone Sport E Benessere, Como, Italia, pada medio Januari lalu.

Keprisatu.com – Tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai kesuksesan. Selalu berliku. Menukik. Menanjak. Penuh peluh. Bahkan berdarah. Persis seperti kata pepatah, ’’Pelaut ulung tidak lahir dari ombak yang tenang”.

Begitu pula jalan untuk menjadi pemain sepak bola yang hebat. Harus melewati proses panjang yang penuh tantangan. Bila tak mampu menghadapinya, lupakan saja cita-cita.

Gambaran itu terekam lengkap dalam program originals MOLA TV, Dream Chasers Garuda Select, yang diproduksi dan tayang di MOLA TV. Dream Chasers Garuda Select berkisah tentang perjuangan pemain-pemain muda bertalenta Indonesia yang mendapat kesempatan sangat berharga untuk mengejar mimpi berkarir secara profesional. Terutama di Eropa.

Program originals MOLA TV itu memotret secara utuh proses bagaimana anak-anak muda berbakat itu menjalani program latihan dengan ’’kurikulum” level dunia di Birmingham, Inggris. Penuh kisah menarik, heroik, juga menyentuh hati.

Di Garuda Select The Series Season 1 dan Season 2, bisa disaksikan perjuangan pemain-pemain belia itu sejak mereka bersaing dengan pemain sebaya di Indonesia. Hingga mereka menjalani pertandingan menghadapi pemain-pemain muda di Inggris, juga Italia. Rata-rata pemain lawan yang dihadapi berusia lebih tua.

Ada kisah bagaimana pemain yang gagap melihat perbedaan keseharian mereka yang sebelumnya akrab dengan kultur pedesaan tiba-tiba harus menyaksikan dan menghadapi denyut di Negeri Ratu Elizabeth yang gemerlap. Dengan cuaca, kebiasaan, dan tentunya menu makanan yang sangat berbeda. Ada pula cerita pemain yang terkaget-kaget melihat gaya bermain pemain Inggris yang keras cenderung kasar. Brak-bruk.

Bukan hanya aksi-aksi di lapangan hijau, berbagai hal di luar lapangan yang menunjang proses pembentukan pemain profesional juga terekam dengan apik. Bagaimana pemain nge-gym, istirahat, hingga urusan mengonsumsi makanan. ’’Selama di Inggris, kami dilarang memakan snack, cokelat, dan harus memilah-milih susu,’’ ujar pemain Persebaya Supriyadi yang tergabung di Garuda Select Season 1.

Dalam salah satu seri Dream Chasers Garuda Select terekam, saat latihan, rompi pemain juga dipasangi GPS (global positioning system). Gunanya, mengetahui siapa pemain yang berlari dengan jarak tempuh paling jauh dan paling pendek. Selanjutnya, akan dilakukan evaluasi. Itu menggambarkan bagaimana detailnya program latihan yang mereka jalani. Betul-betul tak sembarangan.

Tayangan program tersebut bisa memberikan inspirasi dan menemani masyarakat yang tengah diimbau melakukan kegiatan di rumah saja di tengah mewabahnya pandemi korona.

Bekerja sama dengan PSSI dengan durasi 10 tahun, Garuda Select dimulai tahun lalu. Satu season berlangsung sekitar 6 bulan. Tiap tahun, 24 pemain terbaik yang dipilih dari kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-16 dan U-18 (usia di bawah 17 tahun) diikutkan program itu.

Alumnus Garuda Select angkatan pertama mendominasi skuad timnas U-19. Tim tersebut sukses merebut satu tiket ke putaran final Piala Asia U-19 2020 Uzbekistan.

Diharapkan, dalam rentang tak terlalu panjang, bisa didapatkan pemain-pemain berkelas yang bisa memperkuat Indonesia di ajang Piala Dunia U-20 tahun depan. Juga, membawa Indonesia berlaga di Olimpiade 2024 Paris.

Selama mengikuti program Garuda Select, bakat-bakat potensial yang mayoritas masih berusia 16 tahun itu mendapatkan fasilitas papan atas serta sentuhan dari pelatih level dunia. Dennis Wise dan Des Walker. Keduanya kenyang jam terbang internasional sebagai pemain. Wise juga pernah membawa Milwall ke final Piala FA.

Dennis Wise juga pernah menduduki kursi director of football Newcastle United. Posisi tersebut membuatnya bertanggung jawab dalam operasi transfer pemain. Termasuk memantau bakat-bakat muda. ”Meski memiliki kemampuan teknik yang tinggi, pemahaman taktik sepak bola pemain Indonesia sangat tertinggal,” kata Wise.

Tujuan dari Garuda Select, lanjut dia, adalah mengejar ketertinggalan itu. ”Dan membekali para pemain untuk bisa melanjutkan perkembangan mereka sebagai pemain sepak bola profesional di tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.

Seperti pesan H. Misranto, ayah salah seorang legenda sepak bola Indonesia Bambang Pamungkas, yang tertulis dalam salah satu lembar buku ’’Bepe20 ketika Jemariku Menari”. Kepada Bepe kecil, dia berpesan, ”Jika kamu ingin menjadi pemain sepak bola, maka kamu harus memulainya dengan cara yang baik dan benar”.

Dan, Brylian Aldama dkk sudah mendapatkan kesempatan sangat berharga bisa berlatih sepak bola dengan baik dan benar bersama Garuda Select. Semoga tak lama lagi mereka bisa menjadi pemain-pemain profesional dan mampu membawa Garuda terbang tinggi.

Sumber: Jawapos