Ratusan kendaraan dari arah Jakarta antre memasuki Gerbang Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (30/5/2019). Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan

Keprisatu.com – Pemerintah memberlakukan larangan mudik serta pembatasan transportasi umum tepat sebelum memasuki momentum Ramadan pada 24 Mei 2020. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya pergerakan orang yang berujung pada meluasnya corona virus disease 2019 (covid-19).

Sayangnya, aturan tersebut kembali dilonggarkan dua pekan kemudian dengan kembali beroperasinya layanan transportasi untuk penumpang. Ketidakpastian larangan ini malah membuat orang-orang kian ramai meninggalkan Jakarta.

Setelah sebelumnya kepadatan penumpang terjadi di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), kini giliran jalur darat yang mengalami kondisi serupa. Ratusan ribu kendaraan tercatat meninggalkan ibu kota menjelang Lebaran.
Berikut rangkuman mengenai dua peristiwa tersebut:

Petugas memeriksa kesehatan calon penumpang sebelum pemberangkatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/5/2020). Foto: ANTARA/Fauzan

Antrean Penumpang Mengular di Terminal 2 Bandara Soetta

Sepekan setelah larangan transportasi dilonggarkan, penumpang kembali memadati Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Kepadatan penumpang itu terjadi di Terminal 2 bandara pada Kamis (14/5/2020).

Keramaian tersebut bahkan menimbulkan terjadinya antrean panjang saat onboarding di Bandara Soetta. Akibatnya, anjuran untuk menjaga jarak alias physical distancing terabaikan.

Para penumpang itu menggunakan maskapai Batik Air tujuan Surabaya, Malang, Medan, Padang, Semarang, dan ada pula penumpang maskapai Citilink.

Jasa Marga Catat 214 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Ramainya pergerakan orang meninggalkan Jakarta juga terjadi di jalur darat. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat total sudah 214.014 kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui arah timur, barat, hingga selatan.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru menjelaskan kendaraan ke luar Jakarta sebanyak itu tercatat pada periode H-7 hingga H-5 Lebaran atau pada 17 hingga 19 Mei 2020.

“Angka ini turun drastis sebanyak 60 persen dari lalu lintas di periode yang sama pada Lebaran tahun 2019,” katanya melalui pernyataan resmi, Rabu (20/5/2020).(*)

Sumber: kumparan.com