Beranda Nusantara Salat Id di Masjid Agung Demak Taati Protokol Covid-19

Salat Id di Masjid Agung Demak Taati Protokol Covid-19

Pakai Masker, Tidak Salaman dan Tidak Berkeru

Suasana malam takbiran dan salat Idul Fitri di Masjid Agung Demak Kabupaten Demak Jawa Tengah. (hib/ Radar Semarang)
Suasana malam takbiran dan salat Idul Fitri di Masjid Agung Demak Kabupaten Demak Jawa Tengah. (hib/ Radar Semarang)

Keprisatu.com – Salat Idul Fitri di Masjid Agung Demak, Minggu (24/5) pagi berlangsung lancar. Serambi maupun di dalam masjid tampak penuh jamaah. Demikian pula, dipelataran masjid karya Walisongo tersebut. Semua jamaah yang hadir mentaati protokol kesehatan yang dilaksanakan Takmir Masjid Agung.

Yaitu, pakai masker, tidak bersalaman, cuci tangan dengan handsanitizer dan tidak berkerumun. Petugas juga mengecek kesehatan masing masing jamaah dengan alat pendeteksi suhu tubuh. Ini dilakukan untuk mencegah dan memutus mata rantai virus korona (covid-19).

Salat Id diimami oleh KH Abdullah Salam. Sedangkan, sebagai khatib adalah Ketua Takmir Masjid Agung, KH Abdullah Syifa. Pengurus Takmir Masjid Agung Demak, KH Mahali mengatakan, saat malam Idul Fitri takmir juga menyelenggarakan takbir mursal. Dengan mengenakan pengeras suara, takbir dijalankan semalam suntuk hingga salat id dilaksanakan. “Untuk salat Id memang dibuka untuk umum,” ujarnya.

Suasana malam takbiran dan salat Idul Fitri di Masjid Agung Demak Kabupaten Demak Jawa Tengah. (hib/ Radar Semarang/ JPG)

Dalam khutbah Idul Fitri, KH Abdullah Syifa menyampaikan, pentingnya bersama sama guyub rukun mengatasi masalah korona. “Korona yang melanda umat manusian di dunia, termasuk di Indonesia ini adalah wujud ujian dari Allah SWT. Maka, yang dapat kita lakukan adalah melakukan pencegahan dan berpasrah diri pada Yang Maha Kuasa. Semua tidak bisa mengelak atau menghindar dari ketetapanNya,” ujar Kiai Syifa.

Dalam khutbah tersebut, Kiai Syifa menekankan pentingnya kebersamaan dalam kondisi apapun, termasuk dalam menghadapi pagebluk wabah korona tersebut. “Kita harus bisa mempertahankan persatuan dan kesatuan. Kita jalankan ajaran agama secara harmonis. Itulah kunci kemajuan sebuah bangsa,” katanya.

Sumber: jawapos