Pjs Gubkepri, Bahtiar memasangkan masker kepada salah satu pedangang Pasar Baru Tanjungpinang, Senin (19/10/2020).

Keprisatu.com – Pjs Gubernur Kepulauan Riau (Gubkepri) Bahtiar Baharuddin meninjau sarana dan prasarana penerapan protokol kesehatan di Pasar Baru Tanjungpinang Kota dan Pasar Bintan Center Batu IX, Tanjungpinang, Senin (17/10).

Bahtiar dan rombongan tiba di Pasar Baru sekitar pukul 10.10 WIB, disambut oleh Wali Kota Tanjungpinang Rahma bersama beberapa OPD Provinsi Kepulauan Riau.

Bahtiar langsung menyusuri dan melihat keadaan pasar dari pintu masuk hingga ke setiap sudut pasar untuk memastikan terlaksananya penerapan protokol kesehatan.

Tidak hanya di Pasar Baru, namun juga di Pasar Bintan Center, Dirjen Polpum Kemendagri ini langsung memeriksa kesiapan perlengkapan protokol kesehatan yang disediakan oleh pengelola pasar diantaranya tempat cuci tangan, hingga memeriksa kelengkapan petugas pengecek suhu tubuh pengunjung yang datang ke pasar.

“Ini tempat cuci tangan harus ada yang jaga ya pak. Jangan dibiarkan tidak ada yang mengawasi. Jadi setiap pengujung pasar sebelum dan setelah masuk pasar diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu agar terbebas dari semua virus,” sarannya kepada pengelola pasar.

Di dalam pasar Bahtiar membagikan langsung masker dan handsanitizer kepada pengunjung pasar, penjual, tukang becak, pemilik toko, Pemilik kedai makan, hingga pejalan kaki. Bagi yang tidak mengenakan masker, dirinya langsung membagikan dan memasangkan kepada penerima sembari berpesan untuk menggunakan masker secara benar.

“Pakai masker hingga menutup hidung ya bapak/ibu, jangan menutup mulut saja. Bapak yang punya tempat makan jangan lupa di meja harus selalu sediakan handsanitizer agar semuanya aman,” sarannya.

Seusai Peninjauan Sarana dan Prasarana Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Baru dan Pasar Bintan Center, Bahtiar pada kesempatan ini menyampaikan bahwa penerapan protokol dikedua pasar di Tanjungpinang ini secara umum berjalan dengan baik namun tetap butuh pengawasan dari rekan-rekan di lapangan.

”Agar ini berjalan efektif kita tetap butuh kerja sama TNI/Polri, Satpol PP serta pengelola pasar untuk terus mengingatkan pentingnya menjalankan protokol kesehatan di pasar. Mari bersama menjaga agar pasar tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19,” ajaknya.

Perintah Presiden Jokowi menurut Bahtiar sudah jelas bahwa semua harus mengelola secara seimbang antara kesehatan atau keselamatan publik dengan perputaran kegiatan ekonomi. Dua hal ini harus tetap berjalan beriringan namun tetap harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan secara disiplin.

“Silakan bisnis, silakan berusaha, silakan yang berjualan atau yang bekerja tapi yang paling penting pastikan protokol kesehatan dijalankan. Ini penting, karena bukan hanya untuk keselamatan satu orang namun untuk menyelamatkan banyak orang,” ajaknya.

Rupanya peninjauan tidak berhenti di sini, Bahtiar dan rombongan setelah peninjauan pasar melanjutkan peninjauan ke Bandara Internasioanl Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.

Masih didampingi Rahma bersama Danlanud Tanjungpinang Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Kepala karantina kesehatan Kepelabuhanan Agus Jamaludin serta Manager Operasi Angkasa Pura II Jumadi, Bahtiar meninjau konter Karantina Kesehatan Bandara, yang berfungusi untuk mengecek kesehatan penumpang.

Dalam peninjauan ini dirinya menjelaskan bahwa Kepulauan Riau yang sebentar lagi akan membuka akses masuk dari luar baik melalui pelabuhan dan Bandara. Oleh karena itu otoritas dimaksud harus siap untuk mendukung penerapan protokol kesehatan bagi setiap orang yang akan keluar atau masuk ke wilayah Tanjungpinang.

Dirinya yakin dengan dibukanya akses ini, maka Ekonomi Kepulauan Riau secara perlahan akan bergerak positif dan membaik. Kepada angkasa Pura, Bahtiar menyarankan untuk melengkapi fasilitas deteksi Covid-19 seperti PCR yang bisa di dapatkan di Lobam karena telah diproduksi oleh PT. ESCO.

“Intinya setiap keluar dan masuk harus steril, jadi terpapar bisa diantisipasi dengan cepat. Makanya kontrol ini harus kuat, nah ini pekerjaan kita yang harus diperkuat,” jelasnya. (ks04)