Narasumber FGD BP Batam mingkatkan daya saing investasi di KPBPB Batam menerima cinderamata, pada acara yang digelar di Le Meridien Hotel Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Keprisatu.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Pusat Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), menggelar focus group discussion (FGD) di Le Meridien Hotel Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Kegiatan FGD mengangkat tema kebijakan dan strategi peningkatan daya saing investasi di KPBPB Batam ini, dibuka Kepala Pusat Pengembangan KPBPB Batam dan KEK, Irfan Syakir Widyasa mewakili Kepala BP Batam.

Irfan Syakir Widyasa menjelaskan, berdasarkan PP Nomor 41 Tahun 2021, BP Batam memiliki tugas dan wewenang melaksanakan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan KPBPB.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, BP Batam diberikan kewenangan menerbitkan seluruh perizinan berusaha bagi para pengusaha yang mendirikan dan menjalankan usaha di KPBPB.

“Adapun yang masuk dalam 15 sektor ekonomi antara lain: kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, energi dan sumber daya mineral, perindustrian, perdagangan, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, transportasi, kesehatan, kebudayaan, pariwisata, telekomunikasi, logistik, sumber daya air, limbah dan lingkungan,” papar Irfan.

BP Batam juga terus berupaya sejalan dengan semangat pembentukan KPBPB, Batam berperan menjadi kawasan ekonomi dan kawasan strategis nasional mendukung terget investasi Indonesia sebesar Rp5.000 triliun sampai tahun 2024.

“Diketahui realisasi investasi di Batam dalam lima tahun terakhir berkembang cukup pesat. Di masa Covid-19 ini, investasi di Batam tetap tumbuh positif. Nilai investasi semester I tahun 2021, tumbuh 10,69 persen secara year on year dibanding tahun 2020,” tambah Irfan.

Kegiatan FGD ini menghadirkan tiga narasumber. Di antaranya Deputi VI Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo; Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Anna Nurbani.

Berikutnya Peneliti Pusat Industri Perdagangan dan Investasi INDEF, Ahmad Heri Firdaus dengan dimoderatori Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, Rizal Taufikurahman.

Sementara itu, Deputi VI Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wahyu Utomo mengungkapkan, Batam memiliki posisi yang baik.

Dari dulu, Batam direncanakan sebagai lokomotif investasi Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi regional dan juga nasional.

Berdasarkan hasil FGD yang telah berlangsung, Wahyu menyarankan, catatan-catatan FGD itu bisa disampaikan ke BP Batam. Selanjutnya, catatan tersebut akan dibahas di Pusat oleh tim yang melakukan review, terhadap semua peraturan-peraturan yang sudah ada.

“Saya yakin, kalau kita mempunyai koordinasi yang baik dari Pemerintah Daerah maupun seluruh Badan Pengusahaan, itu akan menjadi kunci keberhasilan investasi di Kepri,” ungkap Wahyu.

Turut hadir secara virtual, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad, Presiden Korea Indonesia Management Association, Mr Kim Yook Chan.

Kemudian Korea Trade-Investment Promotion Agency, Mr Shin Sung Cheol, serta para undangan dari Kementerian/ Lembaga, Asosiasi serta pejabat tingkat II, III, dan IV BP Batam yang hadir secara aktual. (ks03)

Editor: tedjo