Presiden AS Donald Trump turun dari helikopter Marine One diikuti oleh Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows saat dia tiba di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed untuk menjalani perawatan setelah ia dinyatakan positif Covid-19 di Bethesda, Maryland, AS, 2 Oktober 2020.

Keprisatu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan dia dan istrinya Melania telah telah terpapar Covid-19 pada 2 Oktober 2020. Saat ini sedang dirawat secara serius dan obat eksperimental berupa antibodi disuntikkan ke tubuh Trump.

Dikutip dari laman tempo.co, Minggu (4/10/2020), Gedung Putih menyatakan saat ini dia diberi perawatan eksperimental yang dirancang untuk memerangi virus serta serangkaian perawatan kecil termasuk Aspirin dan Vitamin D.

“Trump yang berusia 74 tahun, mengalami demam ringan. Dia sedang dibawa ke Rumah Sakit Militer Walter Reed, Washington DC, AS, selama beberapa hari sebagai tindakan pencegahan. Jenis kelamin, usia, dan berat badan Trump membuatnya lebih rentan untuk terjadi infeksi virus corona yang lebih parah, dan memberinya risiko abstrak sekitar 4% meninggal karenanya,” kata para ahli kesehatan, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Sabtu, 3 Oktober 2020.

Salah satu kelas obat eksperimental Covid-19 yang paling diantisipasi adalah antibodi monoklonal, yakni salinan buatan antibodi manusia terhadap virus.

Antibodi yang disuntikkan ini dirancang untuk segera memerangi virus dan sedang dikembangkan untuk mencegah dan mengobati virus corona. Teknik ini sudah digunakan secara luas untuk mengobati berbagai penyakit. Data sejauh ini terbatas untuk antibodi Covid-19, tetapi Kepala Badan Pengendalian Penyakit Menular Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, termasuk di antara yang mengatakan bahwa obat itu potensial.

“Tidak ada pengobatan yang sampai saat ini bisa benar-benar terbukti efektif dalam fase penyakit Covid-19. Pada titik ini, benar-benar merupakan perawatan simptomatis dan suportif,” kata Dr. Jonathan Grein, Direktur Epidemiologi Rumah Sakit Cedars-Sinai Medical Center di Los Angeles, California, yang tidak terlibat dalam perawatan Trump, mengatakan dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon dengan Reuters.

Dokter yang menangani Trump mengatakan bahwa presiden meminum beberapa obat, termasuk vitamin D dan mineral zinc, yang keduanya penting untuk sistem kekebalan dan diambil oleh beberapa orang sebagai penguat sistem kekebalan.

Kemudian obat sakit maag, Famotidine, sering dijual dengan nama merek Pepcid. Obat tersebut belum terbukti bekerja melawan virus corona, tetapi para peneliti masih mempelajarinya sebagai pengobatan potensial.

Lalu diberikan Melatonin, yang sering digunakan sebagai obat tidur. Aspirin, yang Trump sebelumnya katakan bahwa dia konsumsi setiap hari. Aspirin dapat membantu menghindari serangan jantung dan merupakan pereda demam.

Trump di awal pandemi mendukung ide penggunaan obat anti-malaria hydroxychloroquine untuk mengobati Covid-19. Pada bulan Mei, presiden mengatakan dia menggunakan obat tersebut untuk mencegah infeksi. FDA secara singkat mengizinkan penggunaan sebelum pada bulan Juni mencabut otorisasi penggunaan darurat, mengatakan bahwa mereka telah menentukan hydroxychloroquine tidak efektif.

Grein mengatakan presiden kemungkinan diawasi dengan ketat dan akan diberi oksigen atau cairan ekstra jika diperlukan. Perawatan suportif akan tergantung pada gejala, seperti halnya sirup obat batuk atau obat penurun demam.

Trump akan dipindahkan ke rumah sakit jika kondisinya memburuk, misalnya, dia mengalami masalah pernapasan. “Tidak jarang pasien mengalami gejala selama beberapa minggu. Beberapa bisa menjadi lebih buruk hingga minggu kedua penyakit,” kata Dr. Grein.

Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit akibat virus corona, FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS), telah memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk dua perawatan, yakni Veklury, juga dikenal sebagai Remdesivir, obat antivirus intravena yang dijual oleh Gilead Sciences Inc, di mana telah terbukti mempersingkat masa inap di rumah sakit, dan kedua ialah Plasma Penyembuhan, yang berasal dari darah orang yang selamat dari penyakit dan membawa antibodi yang dapat membantu pasien melawan Covid-19.

Menurut pedoman dari Infectious Disease Society of America, rumah sakit juga biasanya menggunakan Steroid Deksametason Generik, yang ditunjukkan dalam penelitian untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasien yang dirawat di rumah sakit dengan virus corona kritis, yang membutuhkan oksigen ekstra. Tetapi steroid sebaiknya tidak digunakan pada orang dengan penyakit ringan, karena dapat membatasi kemampuan tubuh sendiri untuk melawan virus corona. (ks 04)