Winger Newcastle United Allan Saint-Maximin masih harus bersabar menanti perubahan kepemilikan klubnya dari Mike Ashley ke konsorsium Arab Saudi. ( IAN KINGTON/AFP)

Keprisatu.com – Pergantian status kepemilikan Newcastle United dari Mike Ashley ke putra mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) masih terkatung-katung. Kedua belah pihak diklaim sepakat dengan angka GBP 300 juta (Rp 5,4 triliun) pada 16 April lalu. Kenyataannya, MBS yang mengusung konsorsium bernama PIF menemui sejumlah kendala untuk mengakuisisi klub Premier League tersebut.

Kabar terbaru, sebagaimana dilansir Daily Mail kemarin (27/5), MBS terkendala oleh laporan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) kepada otoritas Premier League. Laporan berupa dokumen sebanyak 123 halaman itu memuat bukti-bukti bahwa pemerintah Arab Saudi terlibat dalam pembajakan siaran langsung kompetisi paling elite di Inggris tersebut.

Dokumen pelanggaran itu sejatinya diserahkan WTO pada 11 Mei lalu. Namun, regulator Premier League berencana baru membukanya ke publik pada 16 Juni mendatang.
Dalam dokumen WTO yang bocor tersebut disebutkan, pemerintah Arab Saudi memiliki saham 36 persen di kanal televisi yang menyiarkan Premier League secara ilegal di negeri Timur Tengah tersebut, beoutQ.

’’beoutQ membajak siaran milik beIN Sports yang juga menyediakan paket khusus buat pemirsa wilayah Inggris sehingga mereka bisa menonton kanal lain seperti Sky Sports, BT Sport, BBC, maupun kanal televisi berbayar lainnya,’’ tulis Daily Mail.

Laporan itu tak pelak membuat marah negara Timur Tengah lainnya, Qatar, yang notabene pemilik beIN Sports. Tuduhan serius tersebut sekaligus meningkatkan animo penolakan klub-klub Premier League lainnya terhadap perubahan kepemilikan The Magpies oleh MBS.

”Pemerintah Arab Saudi seolah membiarkan tindak pidana yang serius tersebut. Karena itu, klub-klub Premier League sepakat memberikan mosi penolakan kepada regulator liga soal alih status kepada calon investor Newcastle ini,” sebut sumber The Sun di Premier League.

Sebelum masalah dokumen WTO, masalah yang tak kalah pelik menghadang rencana akuisisi MBS di The Magpies. Yakni, masalah hak asasi. MBS dituding sebagai dalang pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi di Turki pada 2018.

Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, pun sudah gencar menyuarakan di media sosial bahwa MBS hanya berusaha mencitrakan diri sebagai penyuka olahraga, khususnya sepak bola. Cengiz juga meminta fans The Magpies menolak MBS di klub yang berusia 128 tahun pada 9 Desember nanti tersebut.

”Saya telah meminta untuk dipertemukan dengan Dewan Eksekutif Premier League supaya mereka mencegah pembelian Newcastle United oleh MBS. Sebab, calon pemilik klub tersebut adalah sosok yang menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya,” tegas Cengiz sebagaimana dikutip The National.

Sementara itu, Daily Star menulis, seandainya alih status kepemilikan The Magpies batal, Ashley bakal menerima GBP 17 juta (Rp 307,48 miliar). Nominal tersebut merupakan bunga deposito yang sudah disetor Ashley ke bank dari hasil kesepakatan dengan PIF.

Sumber: jawapos