Petinju asal Inggris, Tyson Fury, sukses meraih sabuk juara kelas berat versi WBC setelah mengalahkan Deontay Wilder, Minggu (23/2/2020) pagi WIB.(AFP/JOHN GURZINSKI)

Keprisatu.com – Maju mundur pertarungan dua bintang tinju kelas berat
terbesar di dunia saat ini, Tyson Fury dan Anthony Joshua, masih
berlangsung. Dua petinju asal Inggris itu rencananya akan bertarung di
Arab Saudi pada Desember 2020.

Beberapa promotor meprediksi pertarungan tinju unifikasi gelar tersebut
tidak mungkin terjadi tahun ini.

“Beberapa sumber mengatakan bahwa Tyson Fury dan Anthony Joshua tengah
berbicara untuk pertarungan pada Desember mendatang di Arab Saudi. Fury
akan mengesampingkan pertarungan ulang melawan Deontay Wilder,” kata
jurnalis tinju Mike Coppinger.

Sebelumnya, pada 18 Juli, Fury akan menghadapi Wilder dalam laga ketiga
di Las Vegas. Tapi, rencananya pertarungan akan diundur hingga awal
Oktober mendatang.

Sementara Joshua masih dijadwalkan untuk mempertahankan sabuk juara
WBO, IBO, WBA kelas berat IBF melawan Kubrat Pulev pada 20 Juni. Tapi
laga itu digeser hingga 25 Juli. Ada kemungkinan baik Joshua maupun
Fury akan membatalkan lawannya masing-masing.

Namun, menurut laporan Coppinger, baik Wilder dan Puev harus dibayar
dengan uang untuk membiarkan Fury dan Joshua bertarung terlebih dahulu.
Keduanya saat ini dikontrak untuk menjadi dua lawan petinju asal
Inggris tersebut.

Tyson Fury saat ini memegang gelar juara WBC. Rekor bertarungnya
sempurna; 30-0. Pada laga terakhir, Fury mengalahkan Wilder lewat TKO
pada ronde ketujuh. Kemenangan itu membuat Fury merebut sabuk juara WBC
milik Wilder.

Sementara itu, Anthony Joshua mengambil kembali gelar kelas beratnya
dari tangan Andy Ruiz Jr dalam pertandingan ulang. (*)

sumber: jawapos.com