Ilustrasi: Apple MacBook Air, laptop tipis Apple terbaru tahun ini. (Dok.Forbes)

Keprisatu.com – Setelah meluncurkan perangkat iPhone murah tahun ini, yakni iPhone SE 2020, ke depan tampaknya Apple ingin lebih bersahabat di sektor harga untuk perangkat lainnya. Salah satu yang disiapkan Apple untuk perangkat murah berikutnya adalah MacBook baru yang berbasis chip ARM.

Apple telah menggunakan prosesor semacam itu untuk waktu yang lama di seluruh jajaran iPhone dan iPad, tetapi sepertinya ini mungkin saatnya bagi mereka untuk beralih ke laptop dan PC dimulai dengan pengenalan kembali MacBook 12 inci.

Perusahaan seperti Microsoft, Lenovo dan Samsung telah mulai menempatkan prosesor ARM buatan Qualcomm di beberapa mesinnya seperti Surface Pro X, Lenovo Yoga C630 dan Samsung Galaxy Book S dengan hasil yang bervariasi.

Tentu saja, belum ada upaya ini yang memecahkan formula, tetapi bisakah Apple melakukannya dengan chip ARM internal masih harus ditunggu.

Dilansir JawaPos.com dari TrustedReviews, Minggu (26/4), beberapa laporan telah mengisyaratkan peluncuran MacBook berbasis ARM terbaru dengan harga yang kompetitif.

MacBook 12 inci berbasis ARM baru diprediksi bakal lebih murah dari MacBook Air saat ini dengan selisih harga sekitar EUR 999 atau berkisar Rp 16 jutaan lebih murah dari MacBook Air yang ada saat ini.

Laporan dari Bloomberg dan analis Ming-Chi Kuo memprediksi rilis MacBook 12 inci dengan chip ARM bisa terjadi pada 2021 mendatang. Kuo lebih spesifik, menunjuk ke tanggal rilis pada kuartal 2020 atau kuartal 2021.

MacBook 12 inci yang baru yang akan ditenagai chip ARM diharapkan akan menggunakan prosesor 12 core kombinasi delapan core berkinerja tinggi (kode nama Firestorm) dan empat inti hemat energi (kode nama Icestorm). Di masa depan, Apple juga diperkirakan akan menambah jumlah core yang dimiliki chip-chipnya karena melihat Intel telah jauh lebih unggul denhan dua atau tiga kali lipat core yang bisa dibuat Apple.

Sebagai informasi, ARM adalah teknologi chipset yang biasa digunakan pada perangkat smartphone. Teknologi ini menjadi dasar pembuatan chipset Qualcomm, Huawei Kirin, Samsung Exynos, hingga MediaTek.

Dengan menggunakan chip ARM, Apple dimungkinkan untuk membuat perangkat MacBook terjangkau namun dengan desain sasis yang tipis dan ringan. Hal ini memungkinkan untuk Apple kembali ke desain awal MacBook yang terkenal kecil namun bertenaga.

Apple sendiri dilaporkan telah membuat prototipe ARM MacBook pada 2018 berdasarkan pada prosesor A12X dari iPad Pro tahun itu. Keberhasilan prototipe ini dikatakan telah memacu harapan Apple untuk mengganti chip Intel di jeroan perangkat Mac mendatang.

Sumber: Jawapos