Beranda Batam Masuk Kategori Inflasi Tertinggi, Kepri Malah Naikkan Tarif Feri 20 Persen

Masuk Kategori Inflasi Tertinggi, Kepri Malah Naikkan Tarif Feri 20 Persen

Masuk Kategori Inflasi Tertinggi, Kepri Malah Naikkan Tarif Feri 20 Persen
Tarif Feri Penyeberangan Batam – Tanjungpinang kini sudah naik 20 persen, dari Rp 57.500 menjadi Rp 69.000 per sekali jalan. Ditambah dengan pass pelabuhan total menjadi Rp 79.000.

Keprisatu.com – Presiden Jokowi meminta lima provinsi di Pulau Sumatera dengan angka inflasi tertinggi untuk segera mencari solusi. Salah satunya memerhatikan sektor transportasi sebagai penyumbang inflasi. Kepri yang merupakan salah satu provinsi dengan inflasi tertinggi tersebut, malah ”buru-buru” menaikkan tarif feri penyeberangan dalam provinsi sampai 20 persen.

“Dengan cara apa, ya tutup biaya transportasi, tutup biaya distribusi dari yang ada di lapangan,” tegas Presiden Jokowi. Dalam menutup biaya-biaya tersebut, Jokowi menyarankan menggunakan belanja tidak terduga untuk mengatasi inflasi. Dua persen dari Dana Transfer Umum, imbuh Jokowi bisa daerah menggunakannya untuk memberikan subsidi dalam rangka menangani imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Dalam pada itu Menko Perekonomian Airlangga menyatakan secara tahunan atau year on year (yoy), ada 27 provinsi yang memiliki level inflasi di atas inflasi nasional pada Agustus 2022. Di antaranya, 5 provinsi di Sumatera mengisi setengah deretan provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi. “Kemarin seluruh daerah yang inflasinya tertinggi dan terendah sudah diundang ke istana untuk menemui Pak Presiden,” ucap Airlangga dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi 2022, dikutip dari video YouTube Bank Indonesia pada Rabu, 14 September 2022.

Untuk diketahui Kepri merupakan salah satu dari 5 provinsi di Pulau Sumatera dengan angka inflasi tertinggi di Indonesia. Dari tahun ke tahun atau Agustus 2021 ke Agustus 2022 angkanya mencapai 6 persen.

Airlangga meminta agar penanggulangan inflasi terus dimonitor seperti saat memonitor pandemi Covid-19. Sehingga, ia akan memonitor di lapangan, terutama di pasar-pasar.

Meski hampir seluruh komoditas pada Agustus 2022 terjadi deflasi, menurutnya pemerintah harus tetap menjaga komoditas pendorong inflasi, antara lain bawang, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng, dan daging. Terlebih komoditas dengan harga yang diatur pemerintah atau administered price seperti tarif angkutan. (KS04)

Baca Juga Artikel Terkait:

Kepri Masuk Provinsi Inflasi Tertinggi, Jokowi Minta Gubernur Hati-Hati

Legislator Irwansyah Tanggapi Tarif Feri yang Naik hingga 20 Persen

YLKB Terkejut SK Tarif Feri Batam – Pinang Naik 20 Persen, Minta Dievaluasi

Gubernur Kepri Ansar Teken SK Tarif Feri Batam-Pinang Naik 20 Persen