Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi

Keprisatu.com – Seiring bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Batam, penggolongan pasien berdasarkan klaster (cluster) pun jadi berkembang.Digolongkan berdasarkan sumber penularannya di suatu titik tempat.Sebelumnya hanya 3 cluster, saat ini sudah menjadi 4 cluster.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyebutkan, sebelumnya hanya cluster Charitas dan cluster Dinas Pemberdayaan Perempuan Kota Batam. Bertambah 2 lagi, yakni cluster Sembako (DD di Bengkong) dan cluster JT Sekupang Raya. “Sementara itu dulu,” ujar Didi, Kamis (21/5/2020).

Ia melanjutkan, kemungkinan kasus pasien mahasiswa bisa jadi penambahan cluster baru yang berikutnya.
Namun, hingga kini masih dalam tahap penyelidikan oleh Dinas Kesehatan Kota Batam.Sebelumnya diberitakan pasien positif Covid-19 nomor 49 merupakan seorang mahasiswa di Kota Batam.

Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam sedang melakukan terhadap kasus tersebut.”Sementara ini sedang penelusuran. Yang bersangkutan tidak kemana-mana saat terinfeksi. Hanya kontak ke Ibu bapak dan adeknya 2 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi kepada Tribun, Selasa (19/5/2020).

Selanjutnya, pasien tersebut berobat ke salah satu Klinik di Batam dan ke Rumah Sakit di Kota Batam. Sementara bapak dan kedua adiknya di rumah saja. “Emaknya ke kantor perusahaan asuransi,” kata Didi lagi.

Sebelumnya diberitakan, seorang remaja laki-laki berinisial “Tn.JSB” usia 18 Tahun.Seorang Mahasiswa, beralamat di kawasan perumahan Batam Centre Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota.

Ditetapkan sebagai kasus baru pasien positif Covid-19 Nomor 49 Kota Batam.Yang bersangkutan kurang lebih seminggu sebelumnya mengalami keluhan demam yang disertai dengan batuk berdahak yang bercampur darah.

Selanjutnya pada tanggal 08 Mei 2020 memeriksakan dirinya untuk berobat pada salah satu fasyankes primer (klinik) dikawasan Baloi Lubuk Baja dan diberikan obat untuk rawat jalan.

Selanjutnya mengingat tidak ada perbaikan yang berarti dari keluhan yang dialaminya, pada tanggal 09 Mei 2020 oleh keluarganya di bawa berobat ke UGD RS Swasta di Kawasan Batam Centre.

Oleh tim medis pada rumah sakit tersebut dilakukan tindakan penanganan dengan pemeriksaan diagnostik laboratorium dan Foto Thorax dengan kesimpulan “Pneumonia Suspect TB Paru” kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan RDT dengan hasil “Reaktif”.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh kesimpulan bahwa yang bersangkutan ditetapkan sebagai PDP dan harus dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit tersebut.

Selanjutnya pada tanggal 11 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya telah diterima pada hari ini dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan masih terus menjalani perawatan di ruang isolasi rumah sakit.

Sehubungan dengan kasus terbaru ini dan kasus sebelumnya yang juga terpantau masih berkembang, maka saat ini tim Surveilans dan Epidemiologi masih terus bergerak melakukan proses contact tracing dan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap semua orang yang ditenggarai berkontak terhadap kasus-kasus terkonfirmasi tersebut di atas. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber:Tribunbatam