Kesan Presiden Usai Suntik Vaksin Covid-19

Keprisatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mengalami pegal sedikit setelah beberapa jam suntik vaksin covid-19. Meski demikian, kepala negara tidak merasakan apa-apa saat menerima suntikan perdana.

Kesan seusai suntik vaksin tersebut, Presiden ungkapkan dalam sebuah unggahan video berdurasi sekitar 3 menit via Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (13/1/2021). Klik link videonya di sini: Kesan Presiden Jokowi Usai Suntik Vaksin

“Ndak apa-apa waktu suntik ya. Tapi setelah dua jam agak pegal dikit. Agak pegal dikit,” ungkapnya.

BACA JUGA: 30 Menit Vaksinasi Jokowi, Tidak Terasa Apa-Apa

BACA JUGA: Jokowi Sudah Suntik Vaksin Perdana

Ia kemudian ditanya kapan terakhir kali suntikkan vaksin?  Eks Gubernur DKI Jakarta itu tidak mengingat secara persis kapan pastinya ia suntik vaksin terakhir.

“Sudah lama ya. Saya sudah lupa. Tapi mungkin pas mau haji itu ada suntik untuk meningitis dan flu,” tuturnya.

Presiden kemudian berpesan kepada seluruh elemen masyarakat agar bersedia untuk menjalani vaksinasi. Vaksinasi, kata Jokowi, merupakan bagian dari upaya pemerintah melawan pandemi.

“Mengenai waktunya kapan, ini kan semunya harus bersabar. Karena kan secara bertahap. Tapi yang pasti vaksin ini gratis,” katanya.

“Dan ingat walaupun sudah vaksin, nantinya kita tetap harus  menjalankan protokol kesehatan. Yang paling penting itu,” jelasnya.

Sebagaimana pada Rabu (13/1/2021) adalah hari pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Istana Merdeka, Indonesia. Ada tiga sesi penyuntikan vaksin, yaitu:

Sesi 1 :
1. Presiden
2. dr. Daeng M. Faqih (Ketua IDI)
3. Dr. H. Amiesyah Tambunan (Sekjen MUI/Muhammadiyah)
4. Kiai Ishom PP NU
5. Panglima TNI
6. Kapolri
7. Raffi Ahmad (Perwakilan Anak Muda)

Sesi 2
1. Budi G. Sadikin (Menkes)
2. Prof Dr Unifah Risyidi (PGRI)
3. Ronal Tapilatu (PGI)
4. Agustinus Heri (KWI)
5. I Nyoman Suarthanu (PHDI)
6. Partono Bhikkhu N. M (Permabudhi)
7. Peter Lesmana (Matakin)

Sesi 3
1. Penny Kusumastuti Kepala BPOM
2. Rosan Perkasa (Perewakilan Pengusaha)
3. Ade Zubaedah, Sekjen Ikatan Bidan Indonesia
4. Nur Fauzah ( Perawat)
5. Lusy Noviani (Apoteker)
6. Agustini Setiyorini (Buruh)
7. Ibu Narti (Pedagang)

(ks04)

editor: arham