
Batam, Keprisatu.com – Ketua Umum KONI Kepulauan Riau, Usep RS, memberikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kepri yang terus mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi atlet melalui berbagai kejuaraan. Salah satunya dengan menggelar Batam International Taekwondo Championship 2026 di Pacific Palace Hotel Batam, 4–5 September 2026.
Menurut Usep, konsistensi TI Kepri dalam menggelar kompetisi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet. Terlebih, taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga yang telah memberikan kontribusi bagi prestasi Kepri di tingkat nasional.
Usep juga mengapresiasi peran atlet taekwondo Kepri yang menjadi bagian dari perjuangan kontingen Kepri pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Cabang olahraga taekwondo turut menyumbangkan medali emas bagi Kepri dalam ajang olahraga nasional tersebut.
“Taekwondo Kepri sudah membuktikan mampu memberikan kontribusi medali emas untuk Kepri di PON Aceh-Sumatera Utara. Ini tentu harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan dan prestasi,” kata Usep.
Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti pada PON 2024. Menurutnya, keberhasilan meraih medali harus menjadi penyemangat bagi atlet, pelatih dan pengurus untuk mempersiapkan generasi berikutnya.
“Terus semangat. Prestasi yang sudah diraih harus dipertahankan dan ditingkatkan. Jangan cepat puas, karena tantangan ke depan semakin besar,” pesan Usep kepada jajaran TI Kepri dan para atlet.
Usep menilai penyelenggaraan kejuaraan berskala internasional di Batam juga memberikan manfaat bagi atlet daerah. Atlet tidak hanya memperoleh kesempatan bertanding, tetapi juga dapat merasakan atmosfer kompetisi dengan peserta dari luar negeri.
Batam International Taekwondo Championship 2026 resmi digelar di Pacific Palace Hotel Batam, 4–5 September 2026. Kejuaraan tersebut menjadi momentum penting bagi Kepulauan Riau karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan taekwondo berskala internasional.
Ketua Umum Pengprov TI Kepri, Kosasi Sumarli, mengatakan kejuaraan tersebut mempertandingkan dua nomor, yakni kyorugi dan poomsae. Kompetisi terbuka untuk berbagai kelompok usia, mulai dari kategori super kid atau di bawah enam tahun hingga kelompok usia 60 tahun ke atas.
“Kegiatan hari ini kita adakan kejuaraan Batam International. Ini kita pertandingkan yang diikuti oleh beberapa negara,” kata Kosasi Sumarli usai acara pembukaan.
Menariknya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan. Peserta dari kelompok usia senior juga mendapatkan kesempatan bertanding, bahkan terdapat peserta yang berusia hingga 70 tahun.
Kosasi menyebut total peserta yang ambil bagian mencapai sekitar 600 atlet. Mereka berasal dari tiga negara, yakni Indonesia, Singapura dan Malaysia.
Selain kontingen tuan rumah Kepri, peserta juga datang dari sekitar 11 provinsi lain di Indonesia. Kehadiran atlet dari berbagai daerah dan negara tersebut membuat persaingan dalam kejuaraan semakin beragam.
“Kami juga melibatkan juri Nasional,” kata Kosasi.
Digelarnya Batam International Taekwondo Championship 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Batam dan Kepri sebagai salah satu daerah tujuan penyelenggaraan event olahraga bertaraf internasional.
Selain meningkatkan pengalaman dan kemampuan atlet daerah, kejuaraan tersebut juga menjadi sarana memperluas jejaring taekwondo Kepri dengan atlet, pelatih dan peserta dari berbagai negara.
Kosasi menyebut penyelenggaraan kejuaraan ini juga sejalan dengan konsep sport tourism. Menurutnya, kegiatan olahraga berskala internasional dapat memberikan dampak lebih luas bagi Batam dan Kepulauan Riau, termasuk terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Ini kan sport and tourism, ini kan memancing kita untuk melakukan satu kegiatan yang memang berdampak untuk Batam. Semoga ke depan kita bisa melakukan yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Kosasi menjelaskan sejumlah atlet dari provinsi lain yang tampil dalam kejuaraan tersebut memang tengah dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun, ia menegaskan kejuaraan ini bukan bagian dari persiapan SEA Games maupun ASEAN Games karena kedua ajang tersebut masih akan digelar dalam waktu yang cukup lama.
Ia berharap dengan dukungan berbagai pihak, Batam International Taekwondo Championship dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan. Bahkan, TI Kepri menargetkan pada penyelenggaraan berikutnya jumlah negara peserta dapat bertambah, khususnya dari kawasan ASEAN.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura yang mewakili pemerintah daerah mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia meminta pengurus cabang olahraga terus meningkatkan pembinaan atlet.
“Saya berpesan kepada seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) terus meningkatkan pembinaan. Kepada seluruh atlet selamat bertanding, tunjukkan tendangan kalian,” katanya menyemangati para atlet.
Apresiasi dan dukungan senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Lukman Djajadikusuma, serta Wakil Ketua Umum II Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Mayor Jenderal TNI Amrin Ibrahim. Keduanya menilai kompetisi internasional seperti ini memberikan pengalaman bertanding yang berharga bagi para atlet sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju prestasi yang lebih tinggi. (tjl)