Beranda Batam EMAX Indonesia dan BMAX 2026 Hadir di Hotel Radisson Batam, 200 Merek...

EMAX Indonesia dan BMAX 2026 Hadir di Hotel Radisson Batam, 200 Merek Teknologi Global Siap Pamerkan Teknologi Terbaru

Keterangan Foto: CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong

Batam, Keprisatu.com – Kota Batam kembali menjadi sorotan industri manufaktur internasional dengan hadirnya Electronics Manufacturing Expo (EMAX) Indonesia 2026, yang digelar bersamaan dengan Batam Smart Manufacturing & Automation Expo (BMAX) 2026. Kedua pameran ini akan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Radisson Golf & Convention Center.

Acara pameran teknologi ini akan menghadirkan berbagai teknologi terbaru di bidang elektronik, semikonduktor, otomasi industri, dan manufaktur cerdas. CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong, mengatakan kegiatan yang diselenggarakan PT Fireworks Indonesia tersebut mengusung tema “From Batam to the World: Accelerating Indonesia’s Electronics Manufacturing Competitiveness”.

Tema ini, sambung Kenny, mencerminkan upaya memperkuat daya saing industri manufaktur elektronik Indonesia, agar mampu bersaing di pasar global melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi. “Batam dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan, karena memiliki posisi strategis dalam perkembangan industri elektronik nasional,” kata Kenny, Senin (26/10) sore.

Pada acara ini, sambung Kenny, lebih dari 100 perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur elektronik, semikonduktor, papan sirkuit cetak atau PCB, serta industri terkait, Batam dinilai memiliki potensi besar, untuk berkembang menjadi pusat manufaktur cerdas dan semikonduktor di Indonesia maupun Asia Tenggara.

Pada penyelenggaraan perdananya, kata Kenny, EMAX Indonesia dan BMAX 2026 diperkirakan menghadirkan lebih dari 200 merek peserta pameran serta menarik lebih dari 4.000 pengunjung perdagangan dari berbagai daerah di Indonesia dan kawasan sekitarnya. “Kehadiran pameran ini diharapkan membuka peluang kolaborasi bisnis, memperluas jaringan industri, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi antarperusahaan,” ujarnya.

Kenny menambahkan, sejumlah perusahaan teknologi internasional yang telah mengonfirmasi keikutsertaannya antara lain SICK, Nikon, Lumberg, PCI, ABB, ViTrox, SIIX, Beckhoff, Advantech, Schneider Electric, Cognex, dan Epicor. Mereka akan memperkenalkan beragam solusi, mulai dari otomasi pabrik, produksi elektronik, inspeksi dan pengujian, teknologi visi mesin, digitalisasi, manajemen energi, hingga sistem manufaktur cerdas yang dapat diterapkan dalam proses produksi modern.

Bagi perusahaan manufaktur di Batam, pameran ini menjadi kesempatan untuk mengenal dan mengevaluasi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, serta menekan biaya operasional. Para pengunjung juga dapat bertemu langsung dengan penyedia teknologi, menyaksikan demonstrasi produk, dan mempelajari penerapan berbagai solusi industri untuk meningkatkan efisiensi fasilitas produksi.

Selain pameran teknologi, agenda utama kegiatan ini mencakup Batam Smart Manufacturing & Electronics Conference (BESMART) 2026 yang menghadirkan pembicara dari ViTrox Corporation Berhad, PT Pegatron Technology Indonesia, SICK Pte Ltd, ABB, dan Schneider Electric. “Acara juga dilengkapi presentasi teknologi, lokakarya, serta seminar gratis yang membahas perkembangan manufaktur elektronik, otomasi industri, dan penerapan solusi pabrik cerdas,” ujarnya.

Untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja industri, penyelenggara turut menghadirkan kompetisi Hand Soldering yang diselenggarakan oleh Global Electronics Association. Kompetisi tersebut memberikan kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan teknis, dengan trofi dan sertifikat bagi para pemenang. “Kegiatan ini menyasar pemilik pabrik, jajaran manajemen, tim produksi dan operasional, insinyur, tenaga pemeliharaan, pengendalian kualitas, manajer pengadaan, integrator sistem, serta profesional manufaktur lainnya,” ujarnya.

Kenny Yong menegaskan, EMAX Indonesia dan BMAX 2026 dirancang untuk mendekatkan teknologi internasional dan pengetahuan industri kepada komunitas manufaktur di Batam. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan membantu perusahaan lokal menemukan solusi praktis, memperkuat kemampuan produksi, dan mempersiapkan diri menghadapi pertumbuhan industri berikutnya, sekaligus memperkokoh posisi Batam sebagai pusat elektronik, manufaktur cerdas, dan semikonduktor masa depan.(tommy purniawan)