lustrasi penerima bantuan yang disalurkan lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) (Istimewa)

Keprisatu.com – Salah satu agenda lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di penghujung Ramadan, yakni Ketok Pintu di mana menjadi momen dalam menjalin hubungan dengan para penerima manfaat di tengah pandemi. Sebelumnya, ACT telah menemui Untung dan Suparto di rumah yang sangat sederhana. Kali ini giliran rumah keluarga Nurlela yang berada di kawasan Lenteng Agung.

Nurlela merupakan ibu dari empat orang anak. Anak pertamanya telah menyewa rumah kontrakan sendiri. Sedangkan tiga anak lainnya yang masih usia sekolah tinggal bersama sang ibu.

Penyakit stroke yang dua tahun belakangan ini menyerang bagian tangan dan kaki kirinya membuat aktivitas Nurlela terhambat, termasuk bekerja hingga mengurus rumah tangga. Sebelumnya, perempuan asal Pekalongan ini bekerja sebagai asisten rumah tangga serta tukang parkir bersama sang suami.

“Sekarang ya sudah enggak bisa kerja sama sekali. Paling kalau buat buka puasa sama sahur ada sih dikasih dari tetangga,” terang Nurlela dalam keterangan resmi, Rabu (20/5).

Di Ramadan tahun ini, Nurlela merasakan suasana yang sangat berbeda dengan Ramadan tahun sebelumnya. Masjid sepi, keramaian menjelang berbuka juga tak terlalu terlihat, padahal hal-hal itu yang Nurlela rindukan tiap kali Ramadan datang, termasuk menguatnya ekonomi keluarga sebagai modal membelikan baju baru bagi anak-anaknya.

Hadirnya tim ACT pun seakan membawa angin segar bagi dirinya. Beras zakat fitrah yang muzaki salurkan melalui Global Zakat-ACT, sebanyak 25 kg, diberikan untuk Nurlela. Selain itu, ada juga hidangan siap santap dari Humanity Central Kitchen serta uang tunai.

“Yang masih suka minta baju baru ini anak keempat, kalau anak ketiga sih sudah mengerti keadaan. Tapi kalau enggak dibeliin juga nanti iri, jadi dibeliin semua saja. Alhamdulillah juga dapat bantuan beras, ini sih cukup sampai nanti setelah lebaran,” tutur Nurlela.

Sejak Nurlela mengalami stroke, satu-satunya tulang punggung keluarga ialah anak pertamanya yang bekerja sebagai sekuriti. Tak besar memang gajinya, akan tetapi bisa menopang beberapa kebutuhan orang tua dan adik-adiknya.

Uang tersebut belum sanggup menutupi biaya pengobatan yang harus dijalani ibunya. Untuk memenuhi kebutuhan dasar saja mereka sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk membayar zakat fitrah yang wajib ditunaikan.

Mari mudahkan kehidupan para prasejahtera menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat fitrah dengan kedermawananmu. Yuk, tunaikan sedekah terbaikmu, dan bantu mereka menunaikan zakat firahnya. Inilah saatnya kita bergerak dan membantu mereka yang kesusahan. www.indonesiadermawan.id/ZakatFitrah.

Sumber: jawapos