Keprisatu.com- Pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Ahmad Yani yang dipenuhi tanah proyek dan debu, khususnya di jalur dari Batam Center menuju Muka Kuning, Tanjung Piayu hingga Batu Aji. Kondisi tersebut dinilai semakin mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama saat jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat tajam.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (8/6/2026) sore, sejumlah titik di ruas jalan tersebut terlihat kotor akibat tanah yang terbawa keluar dari area proyek. Bekas galian tanah yang meluber hingga ke badan jalan membuat permukaan aspal tertutup material tanah. Saat hujan turun, tanah tersebut berubah menjadi lautan lumpur yang menyebar ke beberapa titik jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Selain menyebabkan jalan menjadi becek, kondisi tersebut juga menimbulkan debu tebal saat cuaca panas dan kendaraan melintas. Pengendara sepeda motor mengaku khawatir karena selain membuat kendaraan menjadi kotor, tanah yang menumpuk di badan jalan berpotensi menyebabkan ban tergelincir dan memicu kecelakaan lalu lintas.

Kemacetan pun semakin parah pada sore hingga malam hari, terutama pada rentang waktu pukul 17.00 hingga 20.00 WIB. Antrean kendaraan mengular dari Simpang Panbil, Muka Kuning hingga Pintu Batamindo. Selain dipicu tingginya aktivitas pekerja yang pulang kantor, kemacetan juga diperparah oleh penyempitan jalan akibat pekerjaan perbaikan jalan raya yang masih berlangsung di beberapa titik. Pengguna jalan berharap kontraktor proyek segera membersihkan material tanah yang tercecer di badan jalan serta mempercepat pekerjaan agar kondisi lalu lintas kembali normal.
“Mulai dari depan pintu masuk Panbil sampai dengan lampu merah Muka Kuning, jalannya banyak tanah proyek. Selain berdebu, kami juga takut tergelincir,” ujar salah seorang pengendara.
Keluhan semakin dirasakan pengendara roda dua karena lajur kiri yang digunakan sebagai jalur khusus sepeda motor menjadi area yang paling banyak dipenuhi tanah dan material yang tercecer.
Pengguna jalan berharap pihak kontraktor maupun perusahaan yang menjalankan proyek dapat lebih memperhatikan kebersihan jalan dengan memastikan kendaraan proyek yang keluar-masuk lokasi tidak membawa tanah ke badan jalan.
Masyarakat juga meminta pemerintah dan instansi terkait melakukan pengawasan serta penegakan aturan agar setiap pekerjaan proyek dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sehingga tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap ada kontrol dari pemerintah. Kendaraan proyek yang keluar masuk lokasi harus dibersihkan terlebih dahulu agar tidak mengotori jalan dan membahayakan pengendara,” harap pengguna jalan. (tj)




