Batam, Keprisatu.com – Investasi data centre tengah booming di Tanah Air, termasuk di Batam. Bahkan, sejumlah investor disebut-sebut telah memborong lahan, meskipun baru sebatas land banking. Sejumlah kawasan industri di Jakarta bahkan mulai kehabisan stok lahan mereka.
Sebab, seperti idnfinancial tulis, Jumat (23/7/2026), hampir setiap pekan muncul MoU investasi data centre di sana. Mengutip laporan CBRE Indonesia, perusahaan manajer investasi, mereka melirik Indonesia lantaran Singapura, Malaysia dan bahkan Thailand sudah mentok pasokan listrik dan air.
Di Malaysia, Johor menjadi andalan mereka memikat investor data centre. Kondisinya, Singapura tak bisa bangun. Johor air dan listrik terbatas. Begitu juga dengan Thailand. Tahun, sebut dia, bakal menjadi tahun terbaik Indonesia menyambut investor data centre merelokasi dari negara ASEAN.
Di Jakarta, kata dia, meskipun sebatas aksi land banking telah terkapling 100 hektare lahan keperluan data centre di koridor timur Jakarta. “Bisa dibilang, hampir setiap minggu, ada data centre (meneken) MoU dengan land owner,” ungkap dia.
Kemenko Persiapkan Bintan
Tantangan investasi data centre pada pasokan listrik dan ketersediaan air. Karenanya, sejumlah kawasan industri di Tanah Air berlomba mengakomodasi permintaan kapasitas listrik skala masif.
Nah, terkait listrik pula, TheBussinesTimes, media dari Singapura menulis, Batam menjadi incaran investor data canter lantaran tarif listrik terhitung kompetitif dibanding Johor dan Singapura. Sejak itu, media Singapura aktif memantau sepak terjang BP Batam memikat investor, terutama dari Tiongkok. Bahkan, Amsakar Kepala BP Batam sampai memberikan penegasan khusus.
Terbukti, BP Batam mengawal betul keunggulan itu. Bersama PLN Batam, mereka terus menggandeng sejumlah produsen listrik independen (IPP) menjadi bagian ekosistem kelistrikan di Batam. Sebab, PLN Batam sejauh ini terhitung sukses mempertahankan janji pasokan listrik tanpa kedip.
Terkait air, BP Batam menggandeng BRIN dengan menganggarkan hingga Rp 3 triliun demi kepentingan desalinasi air laut, untuk sebagian, termasuk memenuhi kebutuhan investasi data centre. Sejumlah investor data centre telah berinvestasi ke Batam, termasuk Nvidia. Sebelumnya DayOne dan Firmus, di luar investor Singapura.
Terbaru, kabel laut Singapura ke Batam di KEK Nongsa barusan resmi tersambung menjadi penanda ekosistem data centre di Batam resmi terkoneksi dengan Negeri Singa. Belasan koneksi kabel bawah laut menunggu tersambung, termasuk dari Australia.
Tak heran, Kemenko Perekonomian telah berancang-ancang menyiapkan Bintan menjadi lokasi ekspansi investor data centrer selanjutnya. Pintu masuknya, pengajuan perluasan lahan KEK di Bintan. Bahkan, Menko Perekonomian Airlangga di Batam mengaku dia kebanjiran permintaan dari investor Tiongkok. Yakni, insentif setara KEK bagi investasi di kawasan industri, termasuk di Batam. (tjl)




