Keprisatu.com – Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman menyatakan, Kepri dalam kondisi yang baik dan kondusif. Kondisi ini jelang pilkada serentak yang akan digelar pada Rabu (9/12/20) ini.
Irjen Pol Aris Budiman, menyampaikan hal tersebut kepada Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto. Kondisi ini disampaikanya saat kunjungan ke Polda Kepri, Selasa (8/12/20).
“Alhamdulillah saat ini Kepri kondusif, dalam persiapan Pemilihan Serentak tahun 2020,” ujarnya Aris.
Dia menjelaskan, Pilkada serentak tahun 2020 ini Polda Kepri melibatkan 11.027 Personel Pengamanan yang terdiri dari unsur TNI 474 Personel, Polri 2.529 Personel termasuk juga BKO Nusantara sebanyak 350 Personel, dan Linmas 8.024 Personel.
“Jadi kita melibatkan TNI-Polri juga Linmas,” katanya.
Pada kesempatan ini, Irwasum Polri datang ke Polda Kepri dalam rangka Supervisi Ops Mantap Praja 2020 dan Asisitensi Pengamanan Pemungutan Suara Pemilihan Serentak tahun 2020. Irwasum yang didampingi oleh Dir Samapta Kor Sabara Baharkam Polri Irjen Pol Fahruz Zaman, Karo Renmin Itwasum Polri Brigjen Pol I Ketut Surdana, Kombes Pol Adang Suherman, Irwasda Polda Kepri Kombes Pol Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon dan AKBP Dhafi.
Dijelaskan Aris, dalam menghadapi terjadi Kontijensi, Polda Kepri juga telah menetapkan 3 Rayonisasi, terdiri dari Rayon I yaitu Polresta Barelang, Polres Karimun, Rayon II terdiri dari Polres Bintan, Polres Pinang dan Polres Lingga, serta Rayon III di Polres Natuna dan Polres Anambas.
“Jadi, untuk pergeseran pasukan BKO Polda Kepri dan BKO Nusantara ke Polres jajaran telah dilaksanakan pada tanggal 6 sampai dengan 7 Desember 2020 melalui darat, laut dan udara untuk wilayah Polres Natuna dan Polres Anambas,” ungkapnya.
Sementara itu, Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan bahwa tujuan dan sasaran serta harapan dilaksanakan supervisi dan asistensi pada tahap pengamanan pemungutan pilkada serentak tahun 2020 adalah untuk mengetahui sejauh mana kesiapan.
“Kesiapan yang dimaksud adalah yang dilakukan dalam pengamanan pemungutan suara sehingga akan terlihat apakah semua rencana telah mampu mengakomodir semua kepentingan tugas dan bersinergi semua kekuatan yang ada dalam menyelesaikan sasaran strategis dengan sasaran terwujudnya koordinasi dan kerma antar satuan yang terlibat serta bersinergi dengan semua kekuatan dalam pengamanan pemungutan suara dan penghitungan suara,” katanya.
Selain itu, hal terpenting lainnya adalah Polri harus mampu bangun kepercayaan publik. Juga dapat meyakinkan masyarakat bahwa pelaksanaan pemungutan suara dapat berjalan dengan aman serta terhindar dari penyebaran Covid-19.
“Kita jelaskan bahwa masyarakat bisa terhindar dari Covid-19 selama Pilkada ini, tapi apabila masyarakat disiplin dan patuh dengan protokol kesehatan,” pungkasnya. (ks14)
Editor : Tedjo




