foto batamklik

Keprisatu.com – Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, hari ini, Senin (11/5) melaporkan tiga warga Bengkong Sadai positif covid-19. Tiga warga tersebut pasien nomor 40 – 42 merupakan satu keluarga, terjangkit dari pasien nomor 35 yaitu DD, tetangga mereka salah satu ketua paguyuban di Batam yang telah meninggal.

Uniknya, tiga warga Bengkong Sadai tersebut tinggal bersama adik bungsu mereka berumur 7 tahun 8 bulan, hasil swab tenggorokan di RS Awal Bros Batam hasilnya dinyatakan negatif covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, H Muhammad Rudi mengungkapkan, pasien covid-19 nomor 40-42 terkonfirmasi positif hasil pemeriksaan swab oleh tim analis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

“Berdasarkan hasil screning dan tracing closes contact, terkonfirmasi positif nomor 35,” ujar Rudi, pada rilis yang dikirim ke Keprisatu.com.

Adapun rincian dari kasus ini, dua orang laki–laki dan satu orang perempuan. Riwayat perjalanan penyakit dari pasien terkonfirmasi tersebut sebagai berikut: seorang anak remaja laki–laki berinisial “RA” usia 14 tahun, pelajar, beralamat di Bengkong Sadai. RA merupakan kasus baru covid-19 nomor 40 Kota Batam.

RA tinggal bersama seorang kakak laki-laki inisial AA, dan kakak perempuan inisial WC beserta adiknya. Dari empat bersaudara ini, hanya sang adik yangvhasil swab tenggorakan terkonfirmasi negatif covid-19.

Seperti diketahui, ayah empat bersaudara ini telah meninggal dunia. Sedangkan ibu mereka, dallbekerja sebagai tenaga kerja indonesia (TKI) di Malaysia. Selama ini, keperluan hidup sehari-hari keluarga ini dan bahkan untuk bekal jajan sekolah yang bersangkutan, banyak dibantu tetangganya yaitu keluarga almarhum ”DD” yang merupakan kasus covid-19 nomor 35.

Sehubungan dengan adanya kasus nomor 35 tersebut, petugas Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melakukan rapid diagnostic test (RDT) pada 2 Mei 2020 kepada RA bersama kakak dan adiknya. Hasil RDT ini, “non reaktif”.

Selanjutnya, RA diedukasi untuk melakukan karantina mandiri. Pada tanggal 8 Mei 2020, dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kepada RA di RS Awal Bros Batam. “Hasilnya baru diterima Senin (11/5), dan dinyatakan terkonfirmasi positif,” ujar Rudi.

Berikutnya, seorang laki–laki berinisial “RA” usia 20 tahun, mahasiswa, beralamat di Bengkong Sadai, merupakan kasus baru covid-19 nomor 41 Kota Batam. RA merupakan kakak tertua dari kasus nomor 40.

RA sehari-hari bekerja sambil kuliah, serta mengurus adik-adiknya sebanyak tiga orang. RA tulang punggung keluarga, setelah ayahnya meninggal dunia dan ibunya bekerja sebagai TKI di Malaysia.

RA merupakan tetangga dari kasus covid-19 nomor 35 yaitu DD, salah satu ketua paguyuban di Batam yang meninggal dunia. DD dikenal dermawan membantu tetangganya RA yang anak yatim itu. Keperluan hidup empat bersaudara ini, banyak dibantu almarhum beserta keluarganya.

Sehubungan dengan adanya kasus positif corona yang menimpa DF pasien nomor 35 tersebut, RA bersama adik-adiknya dilakukan RDT tanggal 2 Mei 2020 oleh tim penanganan covid-19 Puskesmas Seipanas. Hasilnya non reaktif. Meski non reaktif, RA bersama saudaranya diedukasi untuk melakukan karantina mandiri.

Pada tanggal 8 Mei 2020, RA dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan di RS Awal Bros Batam. Hasilnya baru diterima Senin (11/5) dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

Pasien yang ketiga, seorang perempuan berinisial “WC” usia 18 tahun, pelajar, beralamat di Bengkong Sadai. WC merupakan kasus baru covid-19 nomor 42 Kota Batam.

WC adalah seorang remaja putri yang tinggal bersama kakaknya berinisial RA dan adiknya juga berinisial RA. Berhubung tetangga mereka DD, kasus nomor 35 covid-19, tim penanganan covid-19 Puskesmas Seipanas melakukan RDT pada keluarga yat m ini tanggal 2 Mei 2020.

Hasilnya non reaktif, sehingga diedukasi untuk melakukan karantina mandiri. Untuk memastikan, petugas Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melakukan pemeriksaan swab tenggorokan kepada WC di RS Awal Bros Batam tanggal 8 Mei 2020. Hasilnya baru diterima Senin (11/5), hasilnya dinyatakan terkonfirmasi positif.

Sementara itu adik bungsu WC, seorang anak perempuan usia 7 tahun 8 bulan bersama dengan kakak-kakaknya juga ikut melakukan RDT dengan hasil non reaktif.

Terhadap adik bungsu pasien covid nomor 40-42 ini, petugas
Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam melakukan pengambilam swab tenggorokan yang hasilnya dinyatakan terkonfirmasi negatif.

Dirujuk ke RSUD Embung Fatimah

Sejauh ini kondisi pasien covid-19 nomor 40-42 ini, semua cukup stabil dan tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti.

Ketiganya sedang dilakukan proses persiapan perawatan isolasi untuk penanganan kesehatan lebih lanjut di rumah sakit rujukan RSUD Embung Fatimah Kota Batam.

Sedangkan untuk adik bungsu mereka, dilakukan isolasi terpusat di Rusun Tanjung Uncang Kota Batam.

Semakin berkembangnya penyebaran kasus nomor 35 tersebut, saat ini tim survelans dan epidemiologi terus bergerak melakukan proses contact tracing dan penyelidikan epidemiologi (PE) lebih lanjut, terhadap semua orang yang ditengarai berkontak terhadap kasus–kasus terkonfirmasi tersebut di atas.

Rudi mengingakan dan mengimbau masyarakat Kota Batam, agar tetap mengikuti anjuran pemerintah menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tetap di rumah saja.

“Jika terpaksa harus ke luar rumah, gunakan masker serta selalu
menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang
cukup,” pesan Rudi. (*)