Terkumpulnya dua jihad orang mukmin di Bulan Ramadan.
Ilustrasi.

Keprisatu.com – Imam Ibnu Rajab al Hambali menjelaskan terkumpulnya dua jihad bagi orang Mukmin di Bulan Ramadan. Yaitu, jihad di siang hari untuk melaksanakan puasa. Lalu, jihad di malam hari untuk melaksanakan salat malam.

Dalam kitabnya Latha’if al-Ma’arif, Imam Ibnu Rajab menyebutkan barangsiapa yang menyatukan dua jihad orang mukmin di Ramadan, kemudian dia bersabar melaksanakannya, maka akan mendapat balasan pahala tanpa batas.

Selanjutnya, Sang Imam menjelaskan,  adapun orang yang menyia-nyiakan puasanya dan tidak menghalanginya dari sesuatu yang Allah SWT haramkan. Maka, dia layak wajahnya kena pukul oleh puasanya sendiri. Dan puasanya akan berkata,” Semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana engkau menyia-nyiakanku.”

Demikian juga halnya dengan Al-Quran. Hanya akan memberikan safaat kepada orang di mana Al-Quran telah menghalangi dirinya dari tidur malam hari. Karena, sesungguhnya orang yang membaca Al-Quran dan salat malam dengan membacanya, maka dia telah menunaikan haknya. Sehingga Al-Quran akan memberikan safa’at baginya.

Di mana terkait dengan hal itu, Al-Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadis. Redaksi hadisnya,”Wahai orang yang telah menyia-nyiakan umurnya dalam selain ketaatan! Wahai orang yang lalai dalam bulannya, bahkan tahunnya dan menyia-nyiakan! Orang yang barang dagangannya menunda-nunda dan lalai, yang merupakan barang dagangan yang paling buruk! Wahai orang yang menjadikan Al-Quran dan Bulan Ramadan sebagai musuhnya, bagaimana mungkin engkau mengharapkan safa’at dari yang engkau jadikan sebegai musuhmu?(ks04)

sumber: Kitab Latha’if al-Ma’arif, Imam Ibnu Rajab.

BACA JUGA ARTIKEL LAIN:

Prof Nasaruddin Umar: Begini Sisi Moderat Muslim Sejati

Habib Jindan: Gunakan Kesempatan Emas Ramadan

Wasiat Rasulullah SAW Menjelang Wafat