Ilustrasi Covid-19

Keprisatu.com – Salah seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Priyo Handoko diketahui terkonfirmasi Covid-19. Pria yang sempat berkunjung ke Jakarta ini merasakan gejala demam hingga hilang kemampuan mencium aroma.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. “Iya betul. Yang bersangkutan dari Jakarta, sempat ngobrol dengan saya melalui telepon. Demam, nggak bisa (mencium) bau, nggak bisa makan. Saya suruh swab aja. Senin lah (26/10) diswab. Cuma, karena (Covid-19) lagi tinggi, jadi nggak tahu kemana sampelnya itu. Baru tadi pagi saya dilaporin dari BTKLPP dan hasilnya positif,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (2/11) petang.

Bisri menjelaskan Priyo menjalani tes swab Senin sore di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang dan selanjutnya melakukan karantina mandiri sembari menunggu hasil swab. Setelah hasil swab menyatakan ia terkonfirmasi Covid-19, Priyo langsung menjalani karantina dan perawatan di RSUD Raja Ahmad Tabib. “Sudah dirawat, di rumah sakit, di Batu 8,” kata Bisri.

Terkait kontak erat dengan Priyo, Bisri mengaku bahwa Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri sudah melakukan tracking. Dari hasil tracking, diketahui terdapat sekitar 20 orang kontak erat yang akan menjalani tes swab PCR. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah anggota KPU Kepri dan keluarga Priyo.

“Sebagian besar anggota KPU karena dia kan habis itu (tes swab) rapat dengan anggota KPU. Trus pulang ke rumah, sehingga terhadap mereka dilakukan tes. Definisi kontak erat ini kan sebenarnya adalah yang memang kontak langsung atau berdekatan selama lebih dari 15 menit, bersentuhan, tapi karena pada ketakutan, akhirnya saya bilang, siapa saja yang merasa kobtak erat dengan beliau, jalani swab saja,” kata Bisri.

Bisri menjelaskan, saat ini, terdapat satu orang anggota KPU Kepri lainnya yang turut dikarantina di rumah sakit bersama dengan Priyo. Ia diketahui mengalami kontak erat dengan Priyo dalam jangka waktu yang cukup lama. “Ada satu orang yang dikarantina di sana. Yang lainnya karantina di rumah,” ujarnya.(aini)