Satgas Nasional berupaya mencegah masuknya covid Malaysia ke Indonesia.
Prof Wiku

Keprisatu.com – Satgas Penanganan Covid-19 Nasional berupaya mencegah kasus importasi dari krisis covid Malaysia. Pemulangan WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI), penyiapannya harus aman.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menyatakan, Perwakilan RI di Malaysia sudah berupaya menyiapkan rencana kontingensi. Ini demi memastikan amannya pemulangan seluruh WNI dan PMI dari Malaysia.

“Khusus para deportan, pemerintah Indonesia telah melakukan diplomasi dengan pemerintah Malaysia untuk melakukan pemulangan secara bertahap. Sesuai dengan besarnya risiko kesehatan,” jelasnya. Prof Wiku menjelaskan hal itu saat menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jumat (4/6/2021). Penjelasan ini juga ada di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selama ini, ada mekanisme skrining melalui testing dan karantina masuk dan keluar Indonesia, demi mencegah importasi kasus. Bahkan Pemerintah Indonesia tengah berencana menetapkan perpanjangan karantina bagi yang akan masuk Indonesia dan datang dari negara-negara krisis covid, termasuk covid Malaysia.

Saat ini, penerapan karantina selama 5 x 24 jam dan dapat menjadi 14 x 24 jam dari pelaku perjalanan yang datang dari negara krisis covid-19. “Hal ini akan segera terangkum dalam surat edaran terbaru,” ujarnya.

30 Persen Konfirmasi Covid-19 dari PMI

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, DR. H. T.S. Arif Fadillah, SSos, MSi mengungkapkan sebesar 30 persen konfirmasi pasien covid-19 di Provinsi Kepri berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah di Tanjungpinang, Kamis (3/6).

“Saat ini hampir 30 persen dari pasien konfirmasi covid-19 kita berada dari PMI yang datang melalui pintu masuk Kepri,” ujar Arif di Kota Tanjunpinang, Kepri, Kamis (3/6/2021).

Arif melanjutkan, saat ini Tim Satgas penanganan Covid-19 Provinsi Kepri terus berupaya menekan angka penyebaran covid-19.

“Salah satu penyumbang terbesar covid 19 Kepri adalah dari PMI TKI, untuk itu kita terus pantau,” imbuh Arif.

Ke depan, pihaknya meminta untuk pemulangan PMI TKI, persyaratan pemulangan diperketat khususnya pada tes covid agar tidak menimbulkan ledakan di daerah pemulangan seperti Kepri.

Tak hanya itu, Arif juga memastikan saat ini pihaknya terus melakukan tracing agar dapat lebih cepat mendeteksi orang-orang yang berpotensi menjadi penyebab covid-19.

“Untuk itu, saya mengharapkan masyarakat benar-benar menerapkan protokol kesehatan, khususnya menggunakan masker agar dapat terhindar dari penyebaran Covid-19,” tegas Arif. (ks04)