Keprisatu.com – Program Vaksinasi Covid-19 untuk Kabupaten Karimun akan mulai dilakukan pada Febuari 2021 mendatang.
Kabupaten Karimun diketahui akan mendapatkan 1.000 vaksin yang akan diprioritaskan tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat publik terlebih dahulu.
Rafiq menyatakan, dirinya siap sebagai penerima vaksin dari Sinovac yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok tersebut.
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan Tim Vaksinasi yang langsung dikeetuai langsung Kepala Dinas Kesehatan Karimun.
“Tim vaksinasi sudah SK nya juga sedang berproses dan segera dikeluarkan. Untuk jumlahnya, kita mendapatkan 1.000 vaksin,” kata Rafiq, Sabtu (16/1/2021).
Rafiq mengatakan, vaksin itu nantinya akan langsung disebar ke Puskesmas, Rumah Sakit Umum atau swasta dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Sementara perihal pelaksanaan program vaksinasi pertama, kata dia, nantinya tergantung kesiapan tim penyelenggara, kesiapan penerima vaksin, dan sudah dilakukannya sosialisasi ke masyarakat dengan baik.
“Karena, didalam SOP para penerima vaksin harus dilakukan pengecekan dulu untuk dilihat riwayat kesehatannya dan jika sudah memenuhi persyaratan baru bisa dilakukan vaksinasi itu,” jelas Rafiq.
Perihal, siapa saja yang akan menerima vaksinasi tahap pertama. Ia menyebut sudah didata dan akan memprioritaskan tenaga kesehatan (nakes) dan pejabat publik terlebih dahulu.
“Insya allah awal februari sudah dilaksanakan, masyarakat diharap bersabar dulu karena sesuai instruksi pemerintah vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan pejabat publik,” Kata Rafiq.
Rafiq yakin nantinya pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat di Kabupaten Karimun bakal berjalan sukses tanpa adanya keraguan di tengah masyarakat.
Hal itu dikarenakan, pihaknya akan lebih dulu melakukan berbagai sosialisasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang program vaksinasi.
“Kita akan lakukan sosialisasi dulu agar masyarakat memahami vaksin ini dengan baik sehingga tidak terjadi keraguan, terlebih vaksin itu sendiri sudah direkomendasikan uji klinis nya dan halal dari MUI,” kata Rafiq.
“Sebagai pejabat publik saya tentunya sudah siap. Namun, tetap tergantung hasil pengecekan kesehatan oleh dokter apakah layak untuk menerima vaksin itu,” katanya.
Bahkan, Rafiq menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab seandainya program vaksinasi itu menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Vaksinasi ini kan program pemerintah pusat tentu kita siap, kita kan ada tim medis yang sangat berhati-hati dalam pemberian vaksin ini untuk siapa-siapa saja yang boleh dan tidak boleh menerimanya,” ujar Rafiq.
Rafiq mengajak masyarakat untuk mendukung penuh program vaksinasi oleh pemerintah pusat.
“Mari dukung program pemerintah pusat tentang pemberian vaksin ini. Khususnya, masyarakat karimun percayakan pada pemerintah dan jangan ragu, mari kita dukung program vaksinasi ini,” katanya. (KS12)
Editor : Tedjo



