Warga antre LPG di Kecamatan Meral Barat baru- baru ini.

Keprisatu.com – Jajaran Kepolisian Resor Karimun perketat pengawasan pendistribusian gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pengawasan itu dilakukan guna mengatasi kelangkaan akibat pendistribusian elpiji yang tidak sesuai peruntukkan. Dimana, masih banyak masyarakat ketegori mampu menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat miskin.

Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan mengatakan, Polres Karimun telah melakukan rapat bersama agen pangkalan gas guna membahas pendistribusian elpiji 3 kilogram itu.

“Kita juga telah melakukan koordinasi bersama Pemerintah Daerah terkait hal ini. Kita mencari apa kendala yang terjadi, sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan,” kata Adenan, Selasa (7/4/2021).

Ia menyebutkan, jajarannya telah melakukan pengawasan ke sejumlah agen pangkalan gas di wilayah Kabupaten Karimun. Hal itu dilakukan agar penyaluran gas bersubsidi itu tepat sasaran.

“Kita akan melakukan pengawasan, agar penyaluran gas subsidi tersebut tepat sasaran,” katanya.

Adenan juga menyampaikan, jika nantinya ada pangkalan yang nakal dan menjual tidak sesuai peruntukkan, maka kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kalau tidak sesuai ketentuan, kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Adenan.

Sebelumnya, dalam dua pekan terakhir, masyarakat Kabupaten Karimun mengeluhkan terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Kelangkaan itu, bermula ketika Kementerian ESDM mengeluarkan surat edaran terbaru terkait kuota elpiji untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Dalam edaran itu, secara tidak terduga, kuota gas elpiji bersubsidi untuk Karimun yang awalnya 4.900 matrix ton dikurangi menjadi 3.196 matrix ton.

Terkait pengurangan kuota itu, Pemerintah Kabupaten Karimun telah menyurati Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk dapat menfasilitasi penambahan kuota gas tersebut, agar tidak lagi terjadi kelangkaan.

(Ks12)