Pjs Bahtiar didampingi Arif, Rabu (4/11/2020). (Foto: Humas Pemprov)

Keprisatu.com – Pjs Gubernur Kepri (Gubkepri) Bahtiar Baharudin memerintahkan seluruh aparat terkait di seluruh Kabupaten dan Kota se-Kepri untuk memantau dan mengawasi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas ekonomi. Terutama di kawasan industri, pusat belanja, pertokoan, pasar modern, pasar tradisional dan warung makan serta kedai kopi.

Bahtiar menyampaikan hal itu saat memimpin rapat secara virtual terkait pengawasan dan pemantauan terhadap kepatuhan dan kedisiplinan di lingkungan aktivitas perdagangan di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, Rabu (4/11).

”Saya kembali mengemukakan konsep Pak Presiden, yakni mainkan gas dan rem. Artinya harus seimbang, agar kita punya prinsip yang sama, yakni harus bisa beradaptasi dengan kondisi baru untuk melanjutkan kehidupan sosial kemasyarakatan di masa pandemi dengan sehat. Kehidupan tetap lanjut, tapi kesehatan juga harus diutamakan,โ€ kata Bahtiar.

Bahtiar juga mengajak pemerintah di seluruh Kabupaten dan Kota serta masyarakat semakin hari semakin hebat dalam menangani Covid-19, setelah sekian lama mengenali apa itu virus Covid-19.

”Untuk itu, mari kita awasi terus tentang kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat. Hal ini tanggung jawab kita semua tanpa terkecuali,โ€ tegasnya.

Pjs. Gubernur dalam kesempatan ini didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah dan beberapa kepala serta perwakilan OPD terkait.

Arif menyampaikan data terbaru penyebaran Covid-19 di Kepulauan Riau. Di mana disebutkan sesuai data per 3 November jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 3.975. Sebanyak 902 merupakan kasus aktif, 2.976 sembuh, dan 97 meninggal.

Sedangkan terhitung pada Rabu (4/11) terjadi tambahan kasus sebanyak 59 kasus yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota.

Selama vaksin belum ditemukan, Arif mengajak masyarakat, tanpa terkecuali untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena, menurutnya protokol kesehatan adalah antivirus yang ampuh sebelum vaksin ditemukan.

”Kita harus kerja keras secara bersama. Diantaranya melakukan sosialisasi, dan butuh kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan pemberlakuan protokol kesehatan. Terutama untuk Batam, Tanjungpinang dan Karimun sebagai pintu kedatangan kita,โ€ kata Arif. (ks04)

editor: arham