
Keprisatu.com – Pengadaan Labor Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Kabupaten Karimun akan segera terwujud dalam waktu dekat.
Rencana pengadaan labor PCR di Kabupaten Karimun, sebenarnya telah di lakukan sejak tahun 2020. Akan tetapi, karena terkendala beberapa peralatan yang belum tersedia, maka belum dapat terealisasi.
Penanggungjawab tes PCR RSUD Karimun dr Abdul Muin Ritonga mengatakan, terhambatnya pengadaan labor PCR itu karena ada sejumlah peralatan medis yang tidak muncul di dalam katalog pemerintah.
Hal itu menyebabkan pihaknya terpaksa untuk menunggu sampai alat tersebut muncul di katalog pemerintah.
“Sekarang baru bisa di lanjutkan, karena beberapa hari inu sudah muncul di Katalog alat- alat yang di butuhkan,” kata Muin, Selasa (22/6/2021).
Ia mengatakan, salah satu alat itu ialah Bio Safety Cabinet Level 2, yang berfungsi untuk melindungi analis labor PCR sebelum dan sesudah bekerja di labor.
“Salah satunya Bio Safety Cabinet. Tanpa alat ini kawan-kawan kita akan sulit bekerja karena juga takut terpapar kan jadi memang wajib ada dan alhamdulillah alatnya sudah di pesan, terakhir saya dapat informasi dalam 17 hari ke depan alatnya akan ada sama kita,” ujar Muin.
Muin mengatakan, alat Bio Safety Cabinet itu juga berfungsi dalam proses pemeriksaan sampel PCR atau ekstraksi.
Selanjutnya setelah peralatannya memadai, labor PCR Karimun tersebut akan terlebih dahulu menjalani proses visitasi oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Batam sebelum dioperasikan.
“Harapan kita labor PCR tersebut secepatnya beroperasi karena akan sangat membantu sekali dalam upaya pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karimun. Kalau bisa semakin cepat (beroperasi) semakin baik,” kata Muin.
Mampu Periksa 12 Sampel Perhari
Sementara untuk petugas yang akan mengoperasionalkan labor tersebut, telah di lakukan rekrutmen. Untuk petugasnya kata Muin sudah di lakukan proses rekrutmen beberapa waktu lalu.
“Untuk SDM kita sudah dapat di RSUD, jadi tidak ada masalah,” katanya.
Perihal kemampuan labor PCR itu dalam memeriksa sampel pasien per harinya, Muin menjelaskan jika menggunakan alat bantuan dengan deteksi 2 Gin hanya akan mampu sekitar 12 sampel per hari.
“Namun kita dari RSUD kemarin bersama pak Sekda sudah konsen untuk beli alat setara yang di miliki RSKI (Galang, Batam) yang sekali jalan itu bisa 48 sampel. Jadi, satu hari itu bisa lah 100 sampel,” kata Muin.
(Ks12)
Baca juga :