
Keprisatu.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun berencana akan memperpanjang masa pembelajaran di rumah. Proses belajar dari rumah ini diberlakukan hingga wilayah Karimun kembali berada di zona hijau.
Hal itu dilakukan mengingat kasus penyebaran Covid-19 di Karimun masih tinggi dan terus mengalami penambahan hingga saat ini. Bupati Karimun, Aunur Rafiq, mengatakan sejauh ini belum terjadi penurunan kasus Covid-19, meskipun penerapan protokol kesehatan di Karimun terus dilakukan.
“Bahkan hari ini bertambah lagi satu pasien positif yang meninggal dunia. Kita tidak berani ambil resiko dan masih tunggu vaksin, baru bisa dilakukan sekolah tatap muka. Bahkan belajar dirumah kemungkinan akan diperpanjang sampai tahun ajaran baru 2021-2022,” kata Rafiq saat menghadiri kegiatan PGRI di gedung PGRI Kabupaten Karimun, Senin (14/12).
Rafiq menyebutkan, saat ini masih ada sekitar 23 orang yang menjalani perawatan intensif di RSUD Muhammad Sani karena terpapar Covid-19. “Karimun masih masuk zona merah. Kita perlu kehati-hatian dalam memulai proses belajar tatap mjka di sekolah. Tunggu zona hijau,” katanya.
Rafiq juga meminta agar tenaga pendidik dapat memberikan kemudahan pada peserta didik yang menjalani belajar dari rumah. Tenaga pendidik juga tidak membuat berbagai kebijakan yang dapat memberatkan para peserta didik.
“Agar dipermudah proses belajar dalam keadaan Covid-19 ini. Jangan macam-macam membuat kebijakan, karna masyarakat ada yang tidak sanggup, handphone-handpone masyarakat ada yang tidak mampu,” ujar Rafiq.
Ia mengatakan, dengan kondisi darurat bencana seperti saat sekarang, Rafiq ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat. “Bila perlu, dengan kondisi seperti ini, naikkan (kelas) semuanya ditahun ajaran baru. Naikkan semua, tidak ada yang tinggal kelas dengan kondisi belajar seperti ini,” ujar Bupati Karimun.(ks12)
Editor : Aini