Operasi Gabungan (Opsgab) dalam rangka penegakan hukum di Perairan Kota Batam, Senin (6/12/21).

Keprisatu.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kembali melakukan Operasi Gabungan (Opsgab) dalam rangka penegakan hukum di Perairan Kota Batam. Pada Opsgab kali ini, Imigrasi Batam bersinergi dengan Ditpolairud Polda Kepri Imigrasi Tarempa, Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau.

Pada kgiatan Opsgab hari ke-6 Senin (6/12/21) ini diawali dengan Apel persiapan yang dipimpin oleh Kepala Seksi Intelijen Keimigrasian Kepri Hartoyo Wiwit Notonegoro.

“Beliau menyampaikan arahan dan menginformasikan lokasi perairan target operasi yang akan dilaksanakan bahwasanya ada 4 tim,” kata Kepala Bidang Informasi dan Teknologi Keimigrasian Batam Tessa Harumdila, Selasa (7/12/21).

Tessa menjelaskan, untuk Tim 1 dipimpin oleh Arisnawan menyusuri wilayah Perairan Sekupang. Setelah dilakukan penyusuran di perairan tersebut, ditemukan adanya kapal Ena Habitat yang sedang labuh jangkar.

“Kemudian petugas melaksanakan pemeriksaan keimigrasian terhadap kru kapal tersebut. Mengecek crew list, Voyage Memo, Last Port. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa semua kru kapal bekerja di atas kapal tersebut merupakan WNI dan tidak ditemukan adanya dugaan pelanggaran Keimigrasian,” jelasnya.

Di sisi lain, Tim 2 melakukan pengawasan di Perairan Batu Ampar. Petugas melaksanakan pemeriksaan terhadap Kapal Ocean Prince berbendera Guinea. Setalah dilakukan pemeriksaan, diketahui terdapat 10 kru yang bekerja di kapal tersebut, last port of call Johor Malaysia.

“Tim 2 juga tidak menemukan dugaan adanya pelanggaran Keimigrasian,” jelasnya.

Selanjutnya, Tim 3 yang dipimpin oleh Alex melaksanakan pengawasan di Perairan Barelang dengan menyusuri beberapa kapal yang berada di perairan tersebut seperti Kapal Apoda, Kapal Umuroa, Kapal Leiv Eiriksson, serta Kapal Armada.

“Tim 3 juga tidak menemukan adanya pelanggaran saat pengawasan dilakukan,” katanya.

Tim 4 menyusuri Perairan Kabil. Tim 4 melaksanakan pemeriksaan Keimigrasian terhadap kapal Tug Boat Drako Galant. Petugas mendapati 10 Kru berkewarganegaraan Indonesia yang bekerja di kapal tersebut dan tidak ditemukan dugaan pelanggaran Keimigrasian.

“Kegiatan Operasi Gabungan akan dilaksanakan hingga hari Rabu (8/12/21),” pungkasnya.

KS14