DN (tengah) diintrogasi oleh petugas . Dia ketahuan membawa narkoba yang dimasukkanya ke dalam anus

Batam, Keprisatu.com –Berbagai cara para anggota jaringan narkoba baik nasional maupun internasional dalam menyelundupkan narkoba. Meski sudah tahu resikonya kalau tertangkap, nyatanya masih banyak yang menggunakan cara cara lama untuk memuluskan langkahnya menyelundupkan narkoba.

Seperti yang dilakukan oleh seorang calon penumpang maskapai Citilink. Calon penumpang ini nekat membawa narkoba untuk dia bawa terbang ke Lombok   melalui Surabaya.

Namun, petugas yang bertugas di lapangan lebih cerdik dan berhasil membekuk pelaku yang beretingkah aneh .

Saat diperiksa, ternyata , DN membawa barang haram. Narkoba jenis sabu yang sudah dikemas, dimasukkannya ke dalam duburnya.  DN tak bisa mengelak dan mengaku membawa Narkoba jenis Methamphetamine sebanyak 2 (dua) paket dengan jumlah total berat 100,7 gram yang disembunyikannya  di dalam dubur.

Kejadian berlangsung  Jumat tanggal 10 Juni 2022 bertempat di Bandara International Hang Nadim Batam. Satu orang calon penumpang pesawat Citilink QG-949 rute Batam – Surabaya & Lion Air JT-647 rute Surabaya – Lombok inisil DN terpaksa dicegat petugas Bea Cukai Bandara Hangnadim .

Bersama petugas BC, juga didampingi petugas POM Angkatan udara dan Intel AU .

Komandan Lanud Hang Nadim (HNM) Batam Letkol Pnb Iwan Setiawan, S.A.P. mengatakan calon penumpang pesawat tujuan Lombok. Mereka akan transit di Bandara Surabaya dari Batam.

Sekira pukul 19.50 WIB barang bukti 2 (dua) paket Narkoba tersebut baru bisa dikeluarkan semuanya oleh DN dengan jumlah berat total seberat 100,7 gram.

Sekira pukul 20.00 WIB, petugas Satpomau Lanud Hang Nadim melaksanakan pemeriksaan awal terhadap DN.

Hsilnya  yang bersangkutan memberikan keterangan Pada sekira awal bulan Januari 2022 (tanggal lupa),yang bersangkutan mendapat penawaran dari temannya AP utk bekerja sebagai kurir Narkoba dari Batam ke Lombok.

Pada pertengahan bulan April , yang bersangkutan bersama dengan temannya S berangkat dari Batam ke Lombok transit Surabaya untuk membawa paket Narkoba  dan berhasil tiba di Lombok sehingga DN mendapatkan upah sebesar Rp 10.000.000,- (Sepuluh juta rupiah).

Ketagihan mendapatkan uang dengan jalan singkat,  awal bulan Juni 2022 yang bersangkutan mendapat telpon dari seseorang yang tidak dikenal menawarkan pekerjaan untuk mengirimkan paket Narkoba. DN  menerima pekerjaan tersebut.

Lalu, Kamis tanggal 9 Juni 2022, yang bersangkutan menginap di Hotel Batam sebelum keesokan harinya berangkat ke Lombok.

Jumat tanggal 10 Juni 2022, DN mendapat telpon oleh seseorang yang tidak dikenal untuk mengambil paket Narkoba di sekitar daerah Pasar Jodoh.

Setelah menerima paket tersebut,DN kemudian membawanya ke Hotel untuk dimasukkan kedalam dubur dan sebelum memasukkan paket Narkoba tersebut DN terlebih dahulu mengkonsumsi Narkoba.Selanjutnya DN berangkat dari Hotel menuju k Bandara dengan menggunakan Taxi Online.

DN mengaku sudah dua kali ini bekerja sebagai kurir Narkoba, berangkat dari Batam ke Lombok.Upah yang didapatkan dari hasil pekerjaan tersebut apabila berhasil kurang lebih Rp 10.000.000,-.

“Tertangkapnya calon penumpang pesawat pembawa Narkoba berinisial DN merupakan kerja keras pihak unsur pengamanan Bandara (Bea Cukai, Avsec dan BKO personel TNI AU Hang Nadim). Terutama dalam komitmennya guna menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim bersih terhadap Narkoba dan jenis larangan lainnya,” terang Iwan Setiawan.

Letkol Pnb Iwan Setiawan, S.A.P. mengucapkan terima kasih kepada pihak unsur pengamanan Bandara Internasional Hang Nadim (Bea Cukai, Avsec dan BKO personel TNI AU Hang Nadim). Dia mengatakan tak ada tempat bagi pelaku Narkoba.

“Tidak ada tempat bagi pelaku Narkoba, Bandara Internasional Hang Nadim harus kita jaga maruahnya, sebagai Bandara Internasional, kita tidak inginkan Bandara Internasional Hang Nadim ini dikotori oleh perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan perundang-undangan,” kata Iwan Setiawan.

Letkol Pnb Iwan Setiawan, S.A.P. mengatakan petugas melakukan pengawasan yang ketat sehingga bisa menangkap oknum tersebut ,Pengawasan, kata dia, akan terus dilakukan untuk mencegah peredaran Narkoba melalui transportasi udara.

“Dengan tertangkapnya calon penumpang atas nama DN merupakan bukti adanya pengawasan ketat oleh pihak unsur pengamanan Bandara Internasional Hang Nadim yang salah satunya adalah BKO dari personel TNI AU Hang Nadim sehingga dapat meminimalisir dan mencegah peredaran jaringan Narkoba yang akan menggunakan transportasi jalur udara,” katanya. (KS14)

Editor : Tedjo

” width=”20″ height=”20″>