Keprisatu.com – Jasa pengiriman barang semakin dibutuhkan seiring pesatnya perkembangan internet dan maraknya jual beli secara online. Apalagi di Kota Batam yang sebagian besar kebutuhan barang didatangkan dari luar atau sebaliknya, barang-barang di Batam yang dikirim ke luar daerah.

Perubahan pola kebiasaan pelanggan dalam berinteraksi dan melakukan transaksi, membuat industri jasa kurir juga berbenah diri. Salah satunya dilakukan PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia, dengan menyediakan produk dan layanan berbasis teknologi.

“TIKI melakukan strategi TIKI Go Digital dengan menyediakan produk dan layanan berbasis teknologi yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi konsumen dengan memperbanyak kanal bagi konsumen untuk melakukan pengiriman tanpa perlu terkendala waktu. Selama 2019, Batam berkontribusi sekitar 1,7 persen dari total jumlah kiriman paket TIKI secara nasional,” ujar Ahmad Ferwito, Operational & Network Director TIKI dalam keterangan tertulisnya kepada keprisatu.com, Jumat (3/7/2020).

Menurut Ahmad, selama tiga tahun terakhir, TIKI telah banyak melakukan pembenahan internal untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi di era digital. Pada tahun 2017 lalu, TIKI mengadakan riset pasar mengenai apa saja yang dikehendaki pelanggan terhadap jasa kurir di era teknologi digital dan terhadap empat prioritas utama pelanggan, yaitu aspek Kompetitif (Harga Kompetitif dan terjangkau), Cepat (kiriman diterima tepat waktu dan dalam kondisi baik), Jemput (memperbanyak pilihan drop off untuk konsumen termasuk layanan barang dijemput di lokasi konsumen tanpa minimum jumlah barang dan tidak dikenakan biaya), dan Status Update (sistem pelacakan kiriman yang real-timesehingga konsumen bisa mengetahui keberadaan barangnya).

TIKI juga memiliki smart control tower yang dapat menganalisa data operasional secara real-time untuk membantu manajemen melakukan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran. Dengan smart control tower memungkinkan TIKI mengetahui jumlah paket terkirim, terlambat atau tidak terkirim tiap harinya dari seluruh cabang, produktivitas tiap individu kurir dalam mengirim paket dan pemetaan kinerja gerai.

“Seluruh fasilitas teknologi informasi yang dimiliki TIKI dikembangkan secara internal sehingga sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia,” kata Ahmad. (KS 08)