
Seperti diketahui, saat ini harga satu papan telur ayam ras di wilayah Kabupaten Karimun dibandrol dengan harga Rp60 Ribu dari harga sebelumnya yakni Rp40 ribu.
“Kami belum mengetahui apa penyebab kenaikan jelang pergantian tahun ini. Kami hari ini akan memanggil para distributor telur di Karimun membahas permasalahan ini,” kata Kadisperkop UKM dan ESDM Karimun Muhammad Yosli, Kamis (30/12/2021).
Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan telur di Kabupaten Karimun selama ini Distributor memasok ketersedian dari Medan, Sumatera Utara dan Sawang Kecamatan Kundur.
Namun untuk ketersediaan dari Sawang saat ini sedikit mengalami pengurangan disebabkan sedikitnya pasokan.
“Dari Sawang sedikit dan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Karimun. Sehingga dibantu pasokan dari Medan, untuk pasokan dari Medan ini kami belum mengetahui apa penyebabnya, apakah terkendala dari transportasi atau seperti apa. Pastinya akan kami panggil untuk menekan harga ini kembali,” katanya.
Sebelumnya, Harga telur ayam meningkat menjelang pergantian tahun 2022. Di Kabupaten Karimun, satu papan telur ayam hingga dibandrol Rp60 ribu.
Kenaikan itu mulai terjadi di awal pekan keempat bulan Desember 2021. Biasanya, untuk satu papan telur ayam dipasaran wilayah Kabupaten Karimun dijual dengan harga Rp40 ribu, dan kini kenaikan tersebut mencapai 50 persen dari harga biasanya.
“Naik hingga Rp60 ribu perpapan. Biasanya masih kisaran harga Rp40 ribu. Kenaikan ini sangat signifikan jelang pergantian tahun,” kata Wiwin seorang pedagang di Pasar Puan Maimun, Rabu (29/12/2021).
Wiwin mengatakan, kenaikan harga itu belum diketahui penyebabnya. Namun, menurutnya lonjakan harga tersebut terjadi secara nasional.
“Kita ambil dari daerah asal (Medan) itu memang tinggi. Kita juga kurang paham apa sebabnya ini,” katanya. (KS12)
Editor : Tedjo