Dr. Yuanita FD Sidabutar, ST.,M.Si
(Kaprodi Magister Perencanaan Wilayah Universitas Batam)

Cerminan hidup suatu masyarakat akan terlihat dan tergambarkan dalam sisi perencanaan wilayah suatu daerah, mulai dari pedesaaan maupun perkotaan.

Peranan perencanaan wilayah membuat konsep terencana dan bertahap untuk menerapkan kearifan lokal. Karena sistim yang akan dikerjakan adalah sistim mengarahkan, bukan merubah pola kehidupan masyarakat.

Mengarahkan masyarakat mengikuti perkembangan teknologi dan modernisasi agar tidak ada ketinggalan pembangunan. Tapi, tetap hidup menjalankan kearifan lokal yang merupakan kekhasan daerah setempat.

Kearifan lokal adalah warisan dari orang terdahulu yang diturunkan kepada generasi ke generasi. Hal ini banyak bicara tentang tatanan hidup, budaya berbusana, mengungkapkan pendapat, berbahasa daerah, menjalankan adat istiadat dan lain-lain.

Orang terdahulu banyak menyampaikan dengan cara mulut ke mulut, melihat dan ikut serta dalam acara dan kegiatan adat istiadat. Saat sekarang ini, generasi muda ikut kursus dalam kemahiran membuat seni pahat, tari, bahasa dan kegiatan budaya lainnya.

Kearifan lokal berkaitan dengan kekayaan budaya dan negara Indonesia kaya akan keberagaman budaya ini.

Pembangunan dan perencanaan wilayah, diharapkan bersandar dalam meningkatkan potensi kekayaan budaya lokal. Ciri khas budaya ini, akan meningkatkan karakteristik dalam pembangunan.

Teknologi membuat semua sistim pabrikasi yang seragam dan kaku. Jika tidak dijembatani dengan tegas oleh pemerintahan daerah, berakibatkan lama-kelamaan kearifan lokal akan hilang.

Kemodernisasian yang sudah memasuki segala aspek kehidupan, membuat kita terlena dalam kekinian. Beberapa provinsi di Indonesia, masih memiliki peninggalan bangunan tradisioanal dan pemanfaatannya dilakukan dalam kegiatan pariwisata.

Program Studi Magister Perencanaan Wilayah (MPW) Univeristas Batam, memiliki motivasi “Kompetensi yang unggul tidak tertukar. Di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung, Terbaik buat Bunda Tanah Melayu”.

Kompetensi ini memberikan pergerakan MPW dimulai dari mata kuliah Perencanaan Pembangunan Wilayah, menerapkan tema pelestarian kearifan lokal dalam metode perencanaan.

Tindaklanjut dari materi diberikan tugas ke mahasiswa dengan studi lokasi di Batam, Tanjungpinang, dan Kelurahan Dompak. Berharap akan terus ada kesinambungan, nantinya sampai tingkat penulisan judul tesis.

Mengingat Kepualaun Riau yang identik dengan kebudayaan Melayu dan kehidupan maritim/ kelautan, memberikan gambaran spesialisasi penelitian mahasiswa MPW Unversitas Batam dalam karya penelitiannya.

Dalam administrasi Magister Perencanaan Wilayah Universitas Batam, melakukan kegiatan mulai dari hal sederhana membuat brosur promosi, background virtual, sertifikat yang tetap menampilkan unsur budaya dan ornamen Melayu di dalam disainnya. Segala hal diupayakan mengangkat nilai citra kedaerahan.

Nilai-nilai kearifan lokal yang telah memasyarakat sejak lama di negeri Melayu Kepulauan Riau yakni Adat Bersandikan Syara, Syara bersandikan Kitabullah, Di mana Bumi dipijak di situ langit dijunjung, Gurindam 12, Berpancang Amanah Bersauh Marwah dan Patah Tumbuh Hilang Berganti, Takkan Melayu Hilang di Bumi. Perencanaan Wilayah dalam penerapan memberikan konsep pelestarian kearifan lokal agar bijak mengikuti perkembangan globalisasi dan hadirnya industrialisasi.

Maka dari itu, pola kebijaksanaan pengembangan kota masa kini didasarkan kepada suatu wawasan bahwa suatu kota tidak terlepas dari suatu wilayah yang lebih luas.

Bahkan, suatu kota tidak lepas dari potensi kearifan lokal. Potensi kearifan lokal dapat memunculkan aktivitas yang menghidupkan kembali suasana lingkungan dan sekitarnya.

Segala proyek pembangunan diharapkan mendukung kearifan lokal. Dalam kegiatan ini, harus merangkul dan mengikutkan partisipasi masyarakat. Pentingnya partisipasi masyarakat merupakan suatu alat guna memperoleh informasi mengenai kondisi, kebutuhan, dan sikap masyarakat setempat, yang tanpa kehadirannya program pembangunan serta proyek-proyek akan gagal.

Kedua, bahwa masyarakat akan lebih mempercayai proyek atau program pembangunan jika merasa dilibatkan dalam proses persiapan dan perencanaannya, karena mereka akan lebih mengetahui seluk-beluk proyek tersebut dan akan mempunyai rasa memiliki terhadap proyek tersebut.

Ketiga, bahwa merupakan suatu hak demokrasi bila masyarakat dilibatkan dalam pembangunan masyarakat mereka sendiri. Berharap potensi kearifan lokal dalam perencanaan wilayah didukung masyarakat dan ketegasan pihak pemerintah daerah dalam pelaksanaannya.

Magister Perencanaan Wilayah Universitas Batam, mempersipakan kader lulusan terbaiknya siap dalam dunia perencanaan dengan membangun citra kedaerahan, potensi kehidupan berbudaya dengan terus mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan budaya lokal menjadikan karakter Kepulauan Riau “Berpancang Amanah Bersauh Marwah” (Memperjuangkan Mandat, Memegang Teguh Tradisi). ***