Ilustrasi Covid-19

Keprisatu.com – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten karimun mencatat adanya penambahan 8 kasus baru Covid-19, Rabu (21/10). Dari jumlah tersebut, 6 di antaranya terpaksa menjalani isolasi mandiri karena terbatasnya ruang isolasi di rumah sakit rujukan.

Adaya penambahan 8 kasus baru ini mengakibatkan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Karimun mencapai 45 kasus. Penambahan kasus tersebut diketahui setelah Gugus Tugas Kabupaten Karimun menerima hasil tes swab dari Balai Teknis Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

“Tadi malam kita menerima hasil baru dari swab yang kita kirimkan. Hasilnya ada 8 pasien baru terkonfirmasi,” kata Rachmadi, Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Karimun, Rabu (21/10).

Rachmadi menjelaskan, 8 pasien baru itu berasal dari sejumlah kelurahan di Karimun, antara lain di Kelurahan Sei Raya sebanyak 2 orang, Kelurahan Tanjungbalai sebanyak 2 orang, satu orang dari Kelurahan Teluk Uma, satu orang dari Kelurahan Sei Pasir 1 Baran Timur, dan Kelurahan Darussalam sebanyak satu orang. Dengan adanya penambahan 8 kasus baru tersebut, saat ini Tim Gugus Tugas tengah melakukan tracking terhadap siapa saja yang melakukan kontak erat dengan 8 pasien.

Rachmadi mengaku, saat ini pihaknya kekurangan ruangan isolasi untuk merawat pasien baru positif. Dari 8 psien Covid-19 baru tersebut, 6 di antaranya terpaksa harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. “Di Puskesmas Meral, sekarang ada 2 pasien positif dirawat di sana. Selain itu, 2 Pasien positif (Covid-19) di RSBT dan 29 di RSUD Muhammad Sani serta 12 di RSKI Galang. Untuk di RSKI Galang, sekarang penuh, jadi tidak bisa dikirim kesana,” katanya.

Kendarti demikian, Rachmadi mengatakan, pihaknya tengah mencari solusi baru untuk menangani 6 pasien positif tersebut. Salah satunya dengan memaksimalkan ruangan di RSUD Muhammad Sani. “Kita sudah tanya dengan Pak Dirut RSUD, untuk menambah satu lantai lagi untuk menampung pasien. Akan tetapi, dengan pertimbangan masih banyaknya pasien penyakit lain yang harus ditangani,” katanya.(ks12)

Editor : Aini