Pembalap Yamaha Valentino Rossi beraksi pada hari ketiga tes pramusim di Sirkuit Losail, Qatar (22/2). (MotoGP)

Keprisatu.com – Juara dunia sembilan kali Valentino Rossi menegaskan bahwa jika dia hijrah ke tim Petronas Yamaha SRT tahun depan, itu tak akan sekedar menjadi tur perpisahan dirinya dari MotoGP.

Rossi, 41, menjalani musim terakhirnya bersama tim pabrikan Yamaha tahun ini. Namun, musim balapan MotoGP terpaksa tertunda karena pandemi virus korona baru yang membuat sang pebalap asal Italia itu galau akan masa depan karirnya.

“Rencanaku sangat jelas. Menunggu suatu perubahan di tim, menunggu hingga musim panas untuk mengetahui apakah aku lebih kompetitif dari tahun lalu. Bagiku itu sangat krusial,” kata Rossi dalam wawancara video seperti dilansir laman resmi MotoGP.

“Aku ingin lanjut tapi aku hanya akan lanjut jika aku kuat. Sayangnya dengan situasi ini aku harus membuat keputusan tanpa (melihat) balapan. Jadi ini menjadi lebih sulit,” tambah Rossi.

Namun satu hal yang pasti, Yamaha menyatakan akan memberi dukungan penuh kepada Rossi andai dia ingin terus membalap tahun depan. Bisa saja, Rossi akan bertukar kursi dengan Fabio Quartararo di Petronas SRT.

Kini tugas Rossi tinggal memantapkan diri. Apakah masih memiliki kekuatan dan motivasi yang cukup di dunia MotoGP yang sangat kompetitif. Apalagi, usianya sudah tak lagi muda.

“Aku punya kesempatan yang baik dengan tim Petronas yang aku rasa adalah tim papan atas seperti yang mereka tunjukkan tahun lalu dengan Quartararo dan Franco (Morbidelli, Red)…. jadi bagiku itu adalah opsi yang sangat bagus,” ucap Rossi.

“Sekarang aku tinggal memutuskan dari dalam diriku sendiri apakah aku memiliki motivasi yang cukup untuk lanjut atau tidak,” tambahnya.

Bos tim Petronas Yamaha Razlan Razali pun akan menerima Rossi di garasi mereka asalkan sang pembalap masih ingin kompetitif dan bertarung untuk podium. Bukan sekedar menjadi pelabuhan terakhir sebelum pensiun.

“Aku suka sekali dengan apa yang dia katakan,” kata Rossi soal komentar Razali.

“Sama bagiku. Aku tak ingin pergi ke Petronas hanya untuk membuat keputusan terakhir…atau hanya untuk bilang ‘ciao’ (selamat tinggal),” tambahnya.

“Jika aku balapan, aku akan berikan 100 persen dan aku akan balapan jika aku mengerti diriku sendiri jika aku bisa kompetitif dan bisa bertarung untuk podium,” kata Rossi.

Rossi telah bicara dengan bos Yamaha Lin Jarvis soal masa depannya. Namun, dia belum bertemu langsung dengan Razali.

Rossi pun mengakui kini ia punya hanya dua opsi: membalap di Petronas Yamaha atau pensiun.

Sumber: jawapos