Jomplang penggarapan perikanan tangkap di Kepri.
Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE, MM mengungkapkan masih jomplangnya penggarapan perikanan tangkap di Kepri, Senin (23/11/2021) di Batam.

Keprisatu.com – Kondisi penggarapan perikanan tangkap di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih jomplang. Baru sekitar sepertiga dari potensi yang ada mampu digarap oleh masyarakat Kepri.

Jomplangnya angka penggarapan perikanan tangkap itu diakui sendiri oleh Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, SE, MM, Senin (22/11/2021) di Batam. Ia mengungkapkan potensi perikanan Kepri sangat besar, namun sayang baru sedikit yang bisa tergarap. Dari potensi 1,1 juta ton baru tergarap 33,3 persen.

Kemudian Ansar menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Kepri sebagai ikon kawasan industri perikanan nasional wilayah barat. Untuk merealisasikan hal itu, Ansar berencana membentuk tim kecil yang melibatkan stakeholder terkait.

“Provinsi Kepri memiliki potensi yang sangat besar sekali menjadi sentra industri perikanan nasional. Selain berada di jalur pelayaran internasional dan berbatasan langsung dengan negara luar, juga mempunyai garis pantai yang panjang dan potensi perikanan tangkap yang besar. Maka saya sangat berharap kita bisa bersinergi untuk mewujudkan ini,” tutur Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar hadir membuka secara resmi acara Diskusi Publik dengan tema Pengelolaan Perikanan untuk Mendukung Industrialisasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP 711) dalam Rangka menjaga Kedaulatan Republik Indonesia, Senin (22/1/2021) di Hotel Harris Batam Center, Batam.

Acara yang digagas oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri ini menghadirkan narasumber Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Muhammad Zaini, Rektor Universitas Pertahanan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian, Dosen Universitas Hasanuddin Safri Burhanuddin, Deputi 3 Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP. Batam, Ketua Kadin Kepri Ahmad Ma’ruf Maulana, dan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, SE, MM sebagai keynote speech.

Terkendala Aturan Pusat

Gubernur Ansar tidak menampik bahwa ada beberapa aturan pusat yang membuat Kepri belum bisa merealisasikan sentra industri perikanan tersebut. Kendati demikian bukan berarti Kepri tertutup sama sekali untuk mewujudkannya.

Ansar yakin jika stakeholder terkait bisa bersinergi, maka jalan akan terbuka. Salah satunya dengan mengusulkan pembentukan tim kecil kepada Menteri DKP.

“Saya sudah tiga kali bertemu dengan Menteri DKP membahas potensi perikanan Kepri ke depan. Saya menyampaikan berbagai program perikanan tidak akan berhasil mencapai tujuan apabila tidak mempunyai target dan sasaran yang jelas. Kalau Pak Menteri setuju, izinkan saya membentuk tim kecil di daerah ,” ungkap Ansar.

Gubernur Ansar menyebutkan, tim kecil nanti akan melibatkan universitas, pakar kelautan, BP. Batam dan stakeholder terkait lainnya untuk merealisasikan lumbung kawasan industri perikanan Kepri wilayah barat ini. Kalau lumbung industri ikan wilayah timur bisa, kenapa lumbung industri perikanan wilayah barat di Kepri tidak bisa. Tim kecil nantinya akan berbagi tugas dalam melaksanakan program untuk mencapai sasaran yang jelas.

Selain mewujudkan kawasan industri perikanan, Kepri juga memiliki potensi lain yang tak kalah bagusnya seperti yang disampaikan salah satu nara sumber Dosen Universitas Hasanuddin Safri Burhanuddin yakni budidaya teripang dan rumput laut serta beberapa jenis ikan seperti kakap putih. (KS04)