Syamsul Bahrum PhD

Keprisatu.com – Pembukaan Hotel Marriott Batam, Provinsi Kepri, pada 1 Oktober 2020, menjadi sangat spesial bahkan bagi Indonesia.

Kepada wartawan media daring ini, Minggu (4/10/2020), Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum memberikan analisa ekonominya terkait pembukaan Hotel Marriott Batam.

Menurut dia, pembukaan Hotel Marriot Batam menjadi sangat khusus, bukan saja karena merupakan hotel bintang lima pertama di Batam. Atau masuk dalam daftar hotel bintang lima di Indonesia. Tetapi jauh, lebih dari itu.

”Marriott Batam, sangat khusus. Tidak hanya karena bintang lima dengan global network business-nya, tetapi lebih dari itu. It is more than that…,” tutur Syamsul, yang juga Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Kapri ini.

Berikut analisa ekonomi doktor lulusan Australia ini, mengenai kehadiran atau pembukaan Hotel Marriott Batam di kawasan terpadu Harbour Bay Batam:

1. Hotel Marriott Batam diresmikan di masa injury time ketika bisnia perhotelan lesu dan dunia usaha industri pariwisata berada pada posisi sunset. Ini memberikan signal positif optimisme ke depan, bahwa kita akan kembali ke kejayaan sebagai destinasi wisata kedua setelah Bali.

2. Akan menempatkan Kota Batam dalam spektrum global tourism map, karena dua faktor penguat. Pertama, Hotel Marriott yang sudah mendapat rekognisi internasional, dan Kedua, status bintang lima yang diterimanya.

3. Diestimasi terdapat sedikitnya 200-an pekerja langsung diserap dalam tahapan finalisasi interior hotel. Begitu juga, jumlah yang sama pada saat awal beroperasi pada 1 Oktober 2020. Padahal di era Covid-19 ini justru banyak dunia perhotelan yang memutuskan kontrak kerja.

4. Posisi geo strategis hotel yang punya akses laut di kawasan Harbour Bay ke Harbour Front Singapura dengan status bintang lima juga dapat menjadi selling point penting untuk mendatangkan tamu-tamu VVIP tingkat presiden, perdana menteri, bahkan raja raja dan untuk keperluan high level meeting.

5. Dengan penuh percaya diri, tentunya kita siap menawarkan excellent services dan the highest standard operation untuk memfasilitasi international events atau MICE di Batam khususnya, dan Kepri.

(ks 04)