Aktor senior Henky Solaiman semasa hidup (Istimewa)

Keprisatu.com – Verdi Solaiman, putra Henky Solaiman, mengatakan bahwa sang ayah mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk dunia akting. Dari menggeluti panggung teater sampai akhirnya bermain sinetron dan film, semua sudah dijalani oleh Henky.

Tak hanya itu, Henky juga sempat menjadi sutradara dan produser sebelum akhirnya menutup mata di usia ke-78.

“Sejak saya kecil kehidupan papa 14 jam di film dan beliau sudah menjalankan cintanya selama ini. Kalau (artis) sekarang pengin terjun (ke dunia keartisan) karena glamornya. Tapi papa memang cinta dan bisa seperti sekarang karena kecintaannya ke film,” kata Verdi, Sabtu (16/5).

Sejak tahun 70-an hingga sekarang, ada banyak sekali judul film dari Henky Solaiman. Beberapa diantaranya adalah film berjudul Wadjah Seorang Laki-Laki, Cinta Pertama, Rembulan dan Matahari, Pandawa Lima, Jangan Kirimi Aku Bunga, Bilur-Bilur Penyesalan, Kejarlah Daku Kau Kutangkap, Perempuan Punya Cerita, Karma, Jenderal Soedirman, Hangout, Rafathar dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain itu, Verdi dalam kesempatan itu juga sempat membicarakan sakit yang dialami ayahnya sejak beberapa bulan belakangan. Dia mengatakan, Henky sempat menjalani operasi penyakit kanker usus pada pertengahan Maret 2020 dan sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Meski begitu, penyakit lainnya malah kambuh hingga membuat kondisi kesehatannya tidak stabil.

“Kanker-nya sudah hilang tapi asmanya kambuh. Makanya sempat di ruang ICU selama sekitar 3 minggu dan enggak bisa dijenguk,” tutur Verdi.

Seperti diketahui, Henky Solaiman meninggal di usia 78 tahun pada Jumat (15/5) sekitar pukul 16.40 WIB akibat penyakit komplikasi yang dideritanya. Jenazahnya akan dikremasi dan abunya bakal dilarung di laut lepas.

Sumber: JawaPos