Ilustrasi Covid-19.

Keprisatu.com – KPU Kota Batam bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Batam untuk melaksanakan rapid tes terhadap petugas TPS. Bila hasil rapid tes menunjukkan reaktif, maka petugas tersebut akan diganti dan tidak dapat menjalan tugasnya pada 9 Desember mendatang.

Ketua KPU Kota Batam, Herigen Agusti, menjelaskan, pelaksaan rapid tes bagi petugas TPS ini merupakan suatu hal yang wajib dilakukan dalam pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19. Rapid tes terhadap petugas TPS ini akan mulai dilaksanakan pada 26 November dan diharuskan selesai pada 2 Desember mendatang.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan rapid tes ini. Rencananya akan dilaksanakan di puskesmas-puskesmas yang ada,” kata Herigen, Kamis (15/10).

Herigen menjelaskan, terdapat 15.239 orang petugas dari 2.177 TPS di seluruh Kota Batam yang akan menjalani rapid test. Selain itu, terdapat juga 4.354 petugas Linmas yang juga akan menjalani rapid tes.

“Jumlah ini kan sangat banyak, sehingga rapid tes sudah harus dilaksanakan sejak 26 November. Kita juga belum tahu apakah semua puskesmas ini sanggup melakukan rapid tes tersebut atau apakah nantinya akan membuat tempat khusus untuk pelaksanaan rapid tes ini. Besok kami akan berkoordinasi dengan Dinkes. Jika memang memungkinkan, jumlah petugasnya cukup, bisa saja kita buat tempat khusus rapid tes. Tapi, kita lihat dululah kesiapan SDM dari pihak puskemas. Kita tunggu hasilnya, besok seperti apa,” katanya lagi.

Guna rapid tes tersebut, sambung Herigen, KPU Kota Batam telah memesan 20 ribu lebih alat rapid tes. Jumlah ini melebihi yang dibutuhkan, sebagai bentuk antisipasi jika nantinya ditemukan adanya petugas yang reaktif pada saat pelaksanaan rapid tes. Petugas yang reaktif tersebut akan langsung diganti dengan yang baru.

“Petugas yang baru atau penggantinya ini, wajib juga jalani rapid tes. Makanya kami menyediakan alat rapid tes dalam jumlah yang lebih, sebagai antisipasi kalau ada yang reaktif. Tapi kami berharap, jangan sampai ada yang reaktiflah. Karena mencari petugas TPS ini juga tidak mudah,” kata Herigen.

Tak hanya sulitnya mencari pengganti petugas TPS, lanjut Herigen, hal tersebut juga akan membuang waktu. Pasalnya, meskipun petugas TPS akan bekerja pada 9 Desember mendatang, namun terdapat rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan sebelum pelaksanaan Pilkada.

“Memang benar bekerjanya cuma satu hari, tanggal 9 Desember itu saja, tapi masa kerja mereka kan satu bulan, mulai 24 November sampai 23 Desember. Sebelum hari pemilihan juga akan ada kegiatan lain yang harus diikuti, seperti bimtek. Memang tidak semua yang akan menjalani bimtek, hanya Ketua TPS dan petugas rekapituasli. Awalnya 3 orang yang akan mengikuti Bimtek, tapi karena Covid-19 ini, hanya 2 orang saja. Nantinya yang dua orang ini yang akan memberitahukan kepada petugas lainnya. Untuk pelaksana bimteknya, belum kami jadawalkan. Kemungkinan dilaksanakan di masing-masing kelurahan,” ucap Herigen.(ks09)