Kota Tanjungpinang, Kepri.

Keprisatu.com – Gugus Tugas Covid-19 Nasional menetapkan Tanjungpinang, Provinsi Kepri, dalam daftar kota risiko tinggi penularan virus corona di Indonesia. Dalam peta zonasi risiko, Tanjungpinang telah berubah dari warna oranye menjadi zona merah.

Gugus Tugas Covid-19 Nasional memperbaharui data zonasi risiko Kota Tanjungpinang dari risiko sedang (oranye) ke risiko tinggi (merah) per tanggal 15 November 2020. Data tersebut secara nasional diperbaharui setiap pekan.

Sebelumnya Tanjungpinang merupakan salah satu daerah yang mendapat sorotan dari Gugus Tugas Covid-19 Nasional, karena status zona oranye yang dinilai rawan untuk berpindah ke zona merah. Data Gugus Tugas Covid-19 Kepri per tanggal 18 November 2020, melaporkan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Tanjungpinang terus bertambah. Sejauh ini sebanyak 749 kasus konfirmasi positif Covid-19. Sebarannya, sebanyak 161 kasus aktif, 570 kasus sembuh, dan 18 kasus meninggal.

Penetapan zona merah Tanjungpinang, dihitung oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Antara lain dilihat dari penurunan jumlah kasus positif, kasus suspek, kasus meninggal, kasus sembuh, dan sejumlah indikator lainnya.

Sejauh ini, berdasarkan peta zonasi risiko Gugus Tugas Covid-19 Nasional, Kota Batam justru telah berwarna oranye (risiko sedang). Bintan, Karimun, dan Natuna juga berisiko sedang (oranye). Hanya Lingga dan Anambas yang risiko rendah (kuning).

Baik Wali Kota Tanjungpinang, Rahma maupun Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin dalam setiap kesempatan sudah  mengingatkan agar warganya mematuhi protokol kesehatan. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak serta menggunakan handsanitizer. (ks04)

editor: arham