Benjamin Netanyahu. Foto EFE

Keprisatu.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengklaim dirinya dijebak terkait perkara tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjeratnya. Ia bahkan mengklaim. investigasi perkaranya penuh praktik kotor dan korup.

“Investigasi ini sudah cacat dan direkayasa sejak awal,” ujar Netanyahu sebelum duduk di kursi persidangan, dikutip dari kantor berita Reuters, Ahad, 24 Mei 2020.

Sebagaimana diketahui, Netanyahu didakwa pada November lalu atas tuduhan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan karena menerima hadiah dari teman-teman miliardernya. Total, ada tigas kasus yang menjerat Netanyahu. Salah satunya berkaitan dengan hadiah atau suap dari perusahaan telekomunikasi, Bezeq Telecom Israel, sebesar 1,8 Miliar Shekels atau setara US$500 juta.

Dengan uang tersebut, Bezeq Telecom Israel disebut menyuap Netanyahu agar membuat kebijakan telekomunikasi yang menguntungkan mereka. Netanyahu dikatakan menyetujuinya, namun asalkan Bezeq Telecom Israel memberikan pemberitaan yang bagus soal dirinya dan istrinya.

Dengan dakwaan tersebut, Netanyahu menjadi Perdana Menteri Israel pertama yang menghadapi tuntutan tindak pidana korupsi di pengadilan. Ironisnya, persidangan itu digelar tak lama setelah kabinet barunya dibentuk sepekan lalu, usai melakukan power-sharing dengan kompetitornya, Benny Gantz.

Sebelum persidangan, Netanyahu berusaha menarik simpati masyarakat, terutama dari pendukung setianya. Dia menemui pendukungnya, sekaligus memberikan keterangan pers di hadapan stasiun televisi yang hadir.

“Hari ini saya hadir sebagai perdana menteri kalian. Saya berdiri tegak,” ujar pria yang sudah memimpin Israel selama 11 tahun tersebut. Netanyahu juga mengatakan para jaksa dan polisi bukan bagian dari geng-nya, menyakini mereka bekerja sama dengan media sayap kiri untuk menjatuhkannya dari kursi perdana menteri.

Tak jauh dari dirinya, simpatisannya meneriakkan dukungan. Mereka menyebut Netanyahu, “Bibi, Raja di Israel”. Bibi adalah julukan untuk Netanyahu.(*/ted)

Sumber: tempo.co