Beranda Batam Dewan Pendidikan Batam Tinjau SMPN 47: Keterbatasan Lahan dan Kebutuhan Ruang Belajar...

Dewan Pendidikan Batam Tinjau SMPN 47: Keterbatasan Lahan dan Kebutuhan Ruang Belajar Mendesak

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom. saat meninjau lokasi.

Keprisatu.com – Dewan Pendidikan Kota Batam melaksanakan monitoring ke SMP Negeri 47 Batam pada Senin, 8 Desember 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom., didampingi anggota Dewan Pendidikan, Sulaeman. Monitoring dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan berjalan sesuai standar serta untuk memetakan kebutuhan sekolah secara faktual.

SMP Negeri 47 Batam menampung 1.140 siswa dengan 25 rombongan belajar. Sekolah yang berada di kawasan Tanjung Riau, Sekupang, ini menghadapi persoalan keterbatasan lahan yang berdampak pada tidak tersedianya ruang tambahan untuk kelas baru, ruang guru, perpustakaan, maupun UKS. Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, menyebut kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius.

“Kami melihat langsung bagaimana sekolah berupaya maksimal dalam kondisi terbatas. Keterbatasan lahan menjadi hambatan utama dalam pengembangan fasilitas yang seharusnya dimiliki sekolah negeri dengan jumlah siswa sebanyak ini. Hal ini harus segera dikoordinasikan dengan pihak terkait agar tidak mengganggu kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Dalam aspek kurikulum, sekolah telah menjalankan Kurikulum Merdeka dengan perangkat ajar yang tergolong memadai. Proses pembelajaran dinilai berjalan baik, didukung pemanfaatan teknologi pembelajaran eksternal seperti Google Classroom dan Google Form. Tim monitoring juga meninjau pelaksanaan ujian semester yang sudah menggunakan aplikasi digital, yang menunjukkan upaya adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

Guru menjadi salah satu kekuatan sekolah ini, dengan 35 guru bersertifikasi dan mayoritas berpendidikan S1 dan S2. Kinerja guru pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berada pada kategori baik. Layanan Bimbingan Konseling tercatat aktif menangani tantangan siswa, sementara tingkat kehadiran peserta didik berada pada kategori tinggi.

Dari hasil peninjauan sarana prasarana, ruang kelas masih dalam kondisi baik, namun perpustakaan belum berfungsi optimal dan ruang komputer belum tersedia. Sanitasi serta fasilitas olahraga berada pada tingkat cukup baik. Akses internet dan perangkat digital dinilai cukup memadai tetapi belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi.

Dalam manajemen sekolah, dokumen perencanaan seperti RKAS dan RKJM tersedia lengkap. Supervisi kepala sekolah berjalan rutin dan laporan keuangan dinilai transparan. Akreditasi sekolah berada pada peringkat B dengan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan berada pada kategori sedang.

Dewan Pendidikan juga mencatat adanya siswa dari keluarga kurang mampu serta rendahnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran. Sekolah mengusulkan pelaksanaan seminar parenting untuk meningkatkan sinergi antara sekolah dan keluarga.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, menyampaikan bahwa hasil monitoring ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi bagi pemerintah daerah. “Kami akan mendorong agar kebutuhan ruang guru, ruang TIK, dan perpustakaan masuk dalam prioritas pembangunan pendidikan. Selain itu, praktik ujian digital yang telah berjalan di SMPN 47 adalah langkah positif yang perlu mendapat dukungan lanjutan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak.

“Ekosistem pendidikan yang sehat hanya dapat terbentuk jika sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah berjalan searah. Karena itu, inisiatif seminar parenting akan kami dorong sebagai bagian dari penguatan karakter dan kedisiplinan peserta didik,” ujarnya.

Sulaeman, anggota Dewan Pendidikan Kota Batam yang ikut dalam kunjungan, menilai sekolah sudah melakukan berbagai inovasi, termasuk penguatan layanan Bimbingan Konseling dan pengembangan literasi teknologi siswa. Namun ia menegaskan bahwa solusi atas keterbatasan lahan dan fasilitas tetap menjadi prioritas utama.

Dewan Pendidikan Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan dan memberikan rekomendasi strategis agar sekolah-sekolah di Batam dapat memberikan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas. (Lis)