Ketua Perkumpulan Kelompok Nelayan Karimun Berazam (PKNKB), Alfanani.

Keprisatu.com – Kondisi cuaca ekstrim terjadi di perairan Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Karimun. Hal ini mengakibatkan sejumlah nelayan kapal ikan cumi menghentikan aktifitas melaut.

Nelayan memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitasnya selama cuaca ekstrim berlangsung. Keputusan itu untuk menghindari terjadinya kecelakaan laut atau hal tak diinginkan ketika melakukan aktivitas menjaring.

Hal itu langsung disampaikan Ketua Perkumpulan Kelompok Nelayan Karimun Berazam (PKNKB), Alfanani saat dijumpai Selasa (12/1) kemarin. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrim yang melanda perairan Kepulauan Riau dapat membahayakan nelayan.

“Kita hentikan sementara waktu. Cuaca saat ini tergolong ekstrim dan berbahaya apabila tetap melaut,” kata Fanani.

Fanani menyebutkan, menghentikan aktifitas melaut untuk sementara waktu merupakan langkah tepat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Seperti halnya yang terjadi kepada salah satu nelayan kapal cumi asal Karimun baru-baru ini yang terjatuh ke laut dan dinyatakan meninggal dunia.

“Baru-baru ini rekan kita menjadi korban akibat terjatuh ke laut. Beliau ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jadi, kita putuskan untuk menhentikan aktifitas sampai cuaca kembali normal,” katanya.

Untuk sementara waktu, lanjut Fanani, pihaknya akan fokus untuk melakukan perbaikan untuk meningkatkan keselamatan kapal. “Sementara ini fokusnya untuk memperbaiki kapal hingga ke alat-alat navigasinya, guna meningkatkan keselamatan masing-masing kapal saat melaut,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, dalam memastikan keselamatan para nelayan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak dari Dinas Perhubungan, Lanal Tanjungbalai Karimun, Satpolairud Polres Karimun dan instansi terkait lainnya.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi-instansi tersebut. Karena, kami membutuhkan mereka sebagai mitra keselamatan,” tutupnya.(ks12)

Editor : Aini