Debat Terbuka Paslon Bupati dan Wakil Bupati Karimun.

Keprisatu.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun menyelenggarakan Debat Terbuka untuk pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati dengan tema penanganan Covid-19, Minggu (25/10) malam. Dalam debat kali ini, masing-masing paslon menyampaikan visi misi mulai dari edukasi terkait Covid-19 hingga percepatan ekonomi di saat pandemi.

Debat yang mengambil tema berkaitan dengan penanganan Covid-19 dan kesejahteraan masyarakat ini berlangsung selama 120 menit, dimulai pukul 20.00 wib dan berakhir pukul 22.00 Wib. Pada segmen pertama, kedua paslon diminta untuk menjawab pertanyaan seputar strategi untuk memadukan penanganan Covid-19 dan pembangunan daerah yang terlewatkan akibat pandemi.

Iskandarsyah selaku Calon Bupati Nomor Urut 02 yang mendapatkan kesempatan pertama, menyampaikan bahwa Pemda harus turut membantu masyarakat yang terdampak. Selain melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti penyemprotan disinfektan, bantuan langsung kepada masyarakat harus diberikan.

“Kita membantu masyarakat terkena dampak. Kalau ibu-ibu kehabisan modal, maka kita berikan bantuan sembako. Kita juga mendorong masyarakat dengan program padat karya yang diiringi dengan protokol kesehatan. Masyarakat bisa mendapatkannya ke depan,” kata Iskandarsyah.

Sementara itu, Anwar Abu Bakar selaku pasangan Iskandar menambahkan, selain pencegahan yang telah disebutkan, juga diperlukan edukasi pencegahan Covid-19 yang harus dilakukan kepada seluruh masyarakat. “Melalui edukasi itu, masyarakat akan lebih paham. Selain itu peningkatan ekonomi jangka pendek dan panjang juga harus dilakukan, agar dapat menjadi keberlangsungan ekonomi yang berjalan dengan baik,” kata Anwar.

Selanjutnya, Calon Bupati Karimun Nomor Urut 01, Aunur Rafiq, saat menjawab pertanyaan tersebut menyampaikan Pemda harus mengoptimalkan fungsi satgas yang sudah bekerja serta memastikan ketersediaan anggaran APBD. Selain itu, regulasi harus dibuat melalui peraturan daerah terkait protokol kesehatan serta melakukan evaluasi bersama Gugus Tugas dan relawan hingga tingkat desa/kelurahan.

Tak hanya itu saja, pengendalian dampak ekonomi, lanjut Rafiq, di antaranya mengoptimalkan dana desa sehingga padat karya di desa dapat dilakukan. “Bantuan-bantuan masyarakat yang tidak mampu secara terus manerus kita berikan sebagaimana kemampuan keuangan daerah,” kata Rafiq.

Tak hanya seputar penanganan Covid-19, setiap paslon juga diminta untuk menjelaskan seputar kesiapan Pemda dalam menyiapkan SDM yang memiliki keterampilan dan skill. Aunur Rafiq yang berkesempatan menjawab pertama kali mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan sejumlah program unggulan, termasuk 3.000 tenaga kerja yang berkompeten dan memiliki skill.

Adapun strategi yang disampaikan, di antaranya membangun pelatihan tenaga kerja. “Kami akan melakukan penganggaran untuk pelatihan-pelatihan bagi tenaga kerja yang terdata di pencari kerja di Dinas Tenaga Kerja,” kata Rafiq.

Selain itu, lanjut Aunur, pihaknya juga melakukan sertifikasi, pelatihan, standarisasi, penguatan modal bagi pelaku UMKM. “UMKM di Karimun sekitar 9.337. Saat kami menjabat dulu, sudah membuat kebijakan regulasi kedai-kedai modern harus memasarkan hasil industri rumah tangga sebanyak 20 persen (dari total dagangannya),” sebut Rafiq.

Sementara, Iskandarsyah saat menjawab pertanyaan yang sama, menyampaikan strategi yang akan dilakukan jika terpilih menjadi Kepala Daerah Karimun adalah membuat pelatihan-pelatihan kerja. Caranya adalah dengan membuat Balai Latihan Kerja (BLK). 

“Salah satu yang dibutuhkan adalah BLK. Walaupun itu wewenang Provinsi dan Pusat, tapi kita harus ambil perhatian untuk warga kita,” kata Iskandarsyah.

Iskandarsyah menyebutkan warga Karimun membutuhkan skill yang mumpuni. Jika tidak bekerja di perusahaan di daerah, maka dengan skil tersebut warga Karimun dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di luar negeri.

“Tapi harus berstandar internasional dan nasional,” katanya.

Di samping itu, ia juga mengatakan akan mendorong enterpreneur-enterpreneur muda yang berkualitas. Mereka akan dilatih, diberikan bantuan permodalan, skill dan kebutuhan-kebutuhan untuk perizinan.

Pada segmen ketiga, kedua paslon menyampaikan strategi peningkatan pelayanan kesehatan, termasuk BPJS bagi orang tidak mampu.  “Berdasarkan data, Kabupaten Karimun yang memiliki jaminan kesehatan 2019, BPJS Kesehatan, untuk masyarakat kurang mampu baru mencapai 54,25 persen. Jika terpilih, berapa target masyarakat yang menerima jaminan kesehatan dan bagaimana strategi mencapainya?,” kata Moderator.

Menjawab ini, Iskandarsyah mengatakan hal tersebut menjadi perhatian khusus. Ia menyebutkan, masyarakat termasuk di pulau-pulau masih belum tertangani dengan baik oleh pemerintah.

“Tentunya menjadi prioritas kami masyarakat mendapatkan hak. Perlu kita lindungi mereka apalagi sakit. Strategi kita akan tuntaskan sesuai apa yang diinginkan masyarakat. Dengan Covid-19, banyak masyarakat terdampak. Untuk mengcover seluruh yang kurang maka kita mencari duit banyak-banyak. Mereka sangat membutuhkan terutama yang dipulau-pulau. Kami akan mengratiskan BPJS bagi yang tidak mampu,” katanya.

Sementara itu, Calon Bupati Karimun Nomor Urut 01, Aunur Rafiq yang mendapatkan kesempatan menjawab kedua mengatakan akan memprioritaskan, sebagaimana visi dan misinya terkait kesehatan. Diakui Rafiq, masalah BPJS Kesehatan yang baru mengcover 54 persen masyarakat, harus ditingkatkan lagi. Namun pemerintah harus membutuhkan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk mengakomodir BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Jika terpilih kembali, ini harus kita tingkatkan lagi, di mana kita ketahui sendiri bahwa PBI itu ditanggung Pemerintah Pusat dengan dibantu Pemerintah Provinsi dan inj telah berjalan. Kita masih membutuhkan anggaran Rp16 miliar lagi untuk dapat mengakomodir seluruh masyarakat Karimun yang tidak mampu,” katanya.

“Maka anggaran yang kurang itu akan menjadi perhatian kita, apa yang dilakukan teman-teman DPRD untuk anggaran tahun 2021? Apakah sudah bisa mengakomodirnya? Nanti jika terpilih, memang kita tidak bisa langsung merubah. Tapi akan kita lakukan perubahan anggaran dengan dukungan- dukungan partai koalisi demgan target, 90 persen masyarakat terakomodir,” katanya.

Lanjut Rafiq, apabila program ini tidak dapat teralisasikan, Pemda masih memiliki program JKN bagi keluarga kurang mampu. Saat ini, program itu sudah tertangani bidang kesehatan.

“Tentunya apabila diizinkan kembali untuk memimpin Kabupaten Karimun, maka kita akan lanjutkan dan tingkatkan lagi ke arah yang lebih baik,” katanya.

Diakhir segmen debat, para calon selanjutnya menyampaikan pandangannya terkait tema debat terbuka periode pertama. Iskandarsyah mengatakan Kabupaten Karimun perlu lompatan-lompatan perekonomian.

“Membangun masyarakat beragama, berbudaya, bahagia sehat dan cerdas.Kami ingin miliki masyarakat memiliki uang untuk kehidupannya,” tambah Iskandarsyah.

Sedangkan Calon Bupati Karimun Nomor Urut 02, Aunur Rafiq mengatakan visi dan misi serta program-program yang akan dilaksanakan merupakan kelanjutan masa kepemimpinan pada periode yang lalu. “Jika terpilih lagi kami akan neningkatkan pembangunan karimun yang akan memberikan kesejahteraan masyarakat. Pandemi Covid ini harus mengambil langkah-lngkah kongkrit bagi masyarakat. Kami mengucapkan terimakasih kepada tim koalisi dan relawan. Berharap dengan pilkada, yang menang adalah seluruh masyarakat Karimun,” kata Aunur Rafiq.(ks12)

Editor : Aini