CEN SUI LAN, Anggota Komisi V DPR RI dan Renny, Direktur Pembiayaan Ditjen PI PUPR, menjelaskan lebih detil lagi tentang program jembatan Batam-Bintan usai RDP di Komisi V DPR RI, Rabu (31/3/2021).

Keprisatu.com – Anggota Komisi V DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kepri, Cen Sui Lan telah meminta penjelasan dan laporan tentang progres pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) kepada Eko Djoeli Heripoerwanto, selaku Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi V DPR RI, Rabu (31/3/2021) lalu.

“Insya Allah jembatan Batam-Bintan dibangun. Saya terus kawal di mitra kerja kami di Kementeriran PUPR, agar jembatan ini sebagai ikon kebanggaan masyarakat Kepri selain fungsinya konektivitas juga menghidupkan pariwisata Pulau Bintan khususnya Lagoi dan Pulau Batam,” ujar Cen Sui Lan kepada wartawan, Senin (5/4/2021).

Baca Juga: Cen Sui Lan Kejar Kementerian PUPR Bangun Fly Over Batam dan Jalan Nasional di Karimun
Dalam RDP itu, kata Cen Sui Lan, Dirjen Eko Djoeli Heripoerwanto menyebutkan terjadi perubahan desain untuk jembatan Babin. Rencana atau desain sebelumnya, lebar badan jalan pada jembatan Babin hanya 26 meter. Namun, ukuran lebar jembatan Babin itu ditambah menjadi 32 meter.

“Begitu kata Pak Dirjen. Penambahan ukuran lebar jembatan Batam-Bintan menjadi 32 meter itu, untuk menambah jalur kendaraan roda dua. Jadi, ini sudah selesai pada kuartal kedua, dan proyek ini mulai dilelang,” sebut Cen Sui Lan.

BUMN Karya, lanjut Cen Sui Lan, akan menjadi leader kontraktor untuk pembangunan proyek jembatan Babin. Dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dalam hal ini adalah BUMN. Dengan skema ini, PT Hutama Karya bisa mengundang investor untuk bersama-sama dalam menyelesaikan proyek tersebut.

Baca Juga: Cen Sui Lan Marah, Minta Lelang Proyek APBN Kementerian PUPR Terindikasi KKN Diusut

“Dari persiapan BUMN Karya, yang sudah siap untuk leader pelaksana proyek yaitu PT Hutama Karya (HK). PT HK sudah 6 bulan lebih menyiapkan pihak swasta (investor) yang melaksanakan proyek ini,” tegas Cen Sui Lan.

Pembangunan Jembatan Babin Telan Rp9 Triliun

Sebelumnya, dari data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), proyek pembangunan jembatan Babin akan menyelesaikan pekerjaan sepanjang 14,749 kilometer. Pengerjaan fisik yang bakal dimulai tahun anggaran 2022 ini, anggarannya berkisar Rp8,8 triliun sampai Rp9 triliun.

Kepala Bappenas, Soeharso menerangkan, pembangunan jembatan Babin masuk dalam Major Project Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dari kajian Bappenas, proyek jembatan Babin diperkirakan akan membentang 14,749 Km, dengan anggaran kurang lebih Rp9 triliun.(ks03)

Editor: tedjo