Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat kena OTT KPK.
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat.

Keprisatu.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan, tim penyidik lembaga antirasuah itu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhdap sejumlah pihak di Nganjuk, Jawa Timur. Salah satu yang kena OTT adalah Bupati Nganjuk berinisial Novi Rahman Hidayat.

Ghufron menjelaskan dugaan tindak pidana korupsi terhadap Bupati Ngajuk itu berkaitan dengan lelang jabatan. “Dugaannya TPK [Tindak Pidana Korupsi] dalam lelang jabatan,” ujar Ghufron, Senin (10/5).

Komisioner berlatar belakang akademisi ini enggan menyampaikan secara detail perbuatan yang melibatkan bupati itu. Ia hanya menerangkan penyidik masih melakukan pemeriksaan.

“Detailnya kami sedang periksa, bersabar dulu nanti kami ekspose,” kata Ghufron.

Mengutip CNNIndonesia.com, KPK melakukan OTT melalui kerja sama dengan pihak Polri pada Ahad (9/5/2021) siang menjelang sore.

Berdasarkan salah satu gambar, terdapat satu ruang kerja, yakni Sub Bidang Mutasi yang sudah KPK segel. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Nganjuk dan pihak yang tertangkap tangan lainnya.

Pernah Duduki Jabatan Penting di Sejumlah Perusahaan 

Novi mulai menjabat sebagai Bupati Nganjuk sejak 2018 setelah memenangkan Pilkada Nganjuk 2018 bersama pasangannya, Marhaen Djumadi.

Kala itu, dua partai politik, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung Novi-Marhaen. Pasangan ini keluar sebagai pemenang setelah meraup 303.195 suara.

Ia mengalahkan pasangan Siti Nurhayati-Bimantoro yang hanya memperoleh 194.310 suara dan pasangan Desy Natalia Widya-Ainul Yakin yang hanya mengumpulkan 56.515 suara.

Novi lahir di Nganjuk pada 2 April 1980. Sebelum menjabat sebagai Bupati Nganjuk, Novi berkarir sebagai seorang profesional dan pernah menduduki jabatan penting di sejumlah perusahaan.

Perusahaan itu antara lain Kepala Wilayah KSP Tunas Artha Mandiri Jatim, Direktur Utama Tunas Artha Mandiri, Presiden Direktur PT Putra Tunas Artha Mandiri Group, Direktur Utama PT Putra Tunas Artha Mandiri Group, Komisaris Utama PT BPR Tunas Artha Jaya Abadi, Komisaris Utama PT Putra Mandiri Real Estate, hingga Direktur Utama PT Putra Mandiri Jaya.

Sementara dalam berorganisasi, Novi tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia Kediri periode 2010-2015, Sekretaris Perbarindo PBI Kediri periode 2011-2016, serta Bendahara Yapindo PBI Kediri periode 2011-2016.

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa Novi merupakan kader PKB. Bahkan, Novi kabarnya telah menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jatim periode 2021-2026.

Namun, Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim, membantah kabar itu. Ia meminta tidak mengaitkan keberadaan Novi dengan PKB.

Luqman kemudian mengirimkan tautan video Youtube dari akun MADUTV NETWORK JAWATIMUR. Dalam video itu, Novi mengaku sebagai kader PDIP, bukan PKB.

Namun, Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat, membantah Novi merupakan kader PDIP. Menurutnya, sosok yang merupakan kader PDI Perjuangan ialah Marhaen yang menjabat sebagai wakil bupati Nganjuk. (ks04)

BACA JUGA BERITA LAINNYA:

Selasa, Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah

Mendagri: KEK Galang Batang Jangan Cuma Untungkan Investor

Lima Daerah Provinsi Kepri Masuk Daftar Oranye Corona