Kafilah Provinsi Kepri hari ini Kamis (12/11/2020) bertolak ke Minangkabau, Sumatera Barat guna mengikuti MTQ ke-28 Nasional tahun 2020. (Foto; Humas Pemprov).

Keprisatu.com – Hari ini Kamis (12/11/2020), 103 Kafilah Kepri bertolak ke Minangkabau, guna mengikuti perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-28 Nasional 2020 di Sumatera Barat. Masyarakat Kepri dimohon ikut mendoakan agar kafilah Kepri bisa mengulang kejayaan juara umum nasional.

MTQ ke-28 Nasional rencananya akan dibuka oleh Presiden Jokowi Widodo pada 14 November dan akan berlangsung hingga 21 November 2020. Sebanyak 103 kafilah Kepri terdiri dari 54 peserta, 14 pelatih, empat pendamping, dan 31 official.

”Untuk para kafilah jangan lupa minta doa restu kepada orang tua, saudara, kawan-kawan. Sedangkan kami dari pemerintah, juga akan mendoakan dan memintakan doa kepada seluruh masyarakat kepri agar para kafilah bisa menjadi juara umum MTQ Nasional,” ujar Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin saat Penutupan Pelaksanaan TC Peserta MTQ dan Pelepasan Kalifah Provinsi Kepri di Hotel Sahid Batam Center, Kepri, Rabu (11/11) malam.

Pjs Gubernur atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau, serta pribadi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk seluruh pelatih, kafilah, dan panitia yang terlibat di kafilah Kepri.

Ketua LPTQ Kepri, TS Arif Fadillah yakin Kepri akan mengulang kejayaan saat menjadi tuan rumah pada MTQ ke-25 Nasional di Batam. Kala itu Kepri banyak meraih kesuksesan, baik sukses sebagai tuan rumah maupun sukses prestasi dengan meraih Juara Umum. Dalam beberapa kali MTQ Nasional, baik sebelum maupun sesudahnya Kepri selalu mengukir prestasi yang bagus.

Bahtiar yakin dengan kemampuan wakil-wakil Kepri bisa memberikan hasil terbaik. Sekaligus mengharumkan Negeri Segantang Lada. Pelatihan yang sudah lama dilaksanakan di Batam, diyakini memberikan bekal terbaik untuk para kafilah.

Bahtiar berpesan kepada para peserta untuk jangan takut dan risih karena berasal dari daerah. Kafilah Kepri harus kuat. Sebagai provinsi kepulauan, semua harus memiliki jiwa petarung. Sebagaimana pelaut yang sudah biasa bertarung dengan ombak besar. (ks04)

editor: arham