Infrastruktur jalan mulus, namun belum diikuti kebijakan pemasanan jaringan listrik

Keprisatu.com – Penerangan di Propinsi Kepri belum merata. Setidaknya sampai hari ini, masih ada warga yang belum mendapat pembangunan penerangan listrik. Mereka yang tinggal di sebuah desa di Kabupaten Bintan ini bahkan sudah 3 tahun menunggu hasil pengajuan permohonan  ke Bupati Bintan dan Guburnur Kepulauan Riau.

Setidaknya kurang lebih ada 30 rumah warga yang terletak di RT 002 RW 003 Kampung Wonosari Desa Teluk Sebong , Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, yang belum berkesempatan mendapatkan listrik.

“Warga yang belum mendapat penerangan lampu PLN, mengunakan penerangan lampu senter ublik,” ujar Ketua RT Nuryatno, Rabu (21/4/2021).

Selanjutnya Nuryatno menuturkan, sebenarnya mereka sudah tiga tahun mengajukan  permohonan pemasangan instalasi listrik yang dilakukan Ketua RT sebelumnya.”Pengajuan itu bahkan sudah disampaikan ke Bupati Bintan, Anggota DPRD Kabupaten Bintan, tinggal menunggu keputusan Guburnur Kepulauan Riau saja lagi,” ungkapnya.

Saat ini, infrastruktur jalan tanah merah Kampung Wonosari Desa Teluk Sebong , Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, atau KM 77 sudah diaspal oleh pemerintah Kabupaten Bintan. Hanya menunggu masuknya listrik bagi kebutuhan penerangan warga Kampung Wonosari.

Menurut Nuryatno, pengajuan pemasangan listruik dilakukan kembali oleh Ketua RT 02 Kampung Wonosari pada akhir tahun 2020. “Kami berharap bisa merasakan penerangan seperti warga – warga yang lain, merasakan hasil pembangunan atau pemerataan pembangunan,” tambah Nuryatno.

Dia berharap, semoga Pemerintah Kabupaten cepat merealisasikan aspirasi  warga,  begitu juga wakil Rakyat Kabupaten Bintan DPRD , sebagai Wakil Rakyat tugas dan fungsinya adalah menperjuangkan aspirasi masyarakat.Kampung Wonosari Desa Teluk Sebong , Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan,

Saat dikonfirmasi , Kepala Desa Teluk Sebong , Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan, , Cholili mengatakan, “Kami berharap semoga ada jalan keluarnya kasihan nasib – nasib pendidikan anak – anak warga kami tanpa penerangan listrik, ” ujar Cholili.

Terkait permohonan warga,  Manejer PLN Tanjung Uban, Fauzi Anwar, mengatakan memang sudah menerima  pengajuan dan permohonan  warga. “Namun saat belum dapat kami layani , kerena jaringan PLN masih terkendala, perlu ada izin pengunaan lahan yang dikeluarkan oleh guburnur atau yang berwenang,” ungkap GM, PLN Tanjung Uban, Fauzi Anwar. (KS05)

Editor : Tedjo