Beranda Batam Audiensi Perdana PBFI Kepri ke KONI, Soroti Administrasi hingga Persiapan Porprov

Audiensi Perdana PBFI Kepri ke KONI, Soroti Administrasi hingga Persiapan Porprov

Pengurus Provinsi PBFI Provinsi Kepri saat bersilaturahmi dengan Pengurus KONI Kepri.
Keprisatu.com – Kepengurusan Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Provinsi Kepulauan Riau periode 2025–2029 bersilaturahmi ke KONI Kepri, Kamis (29/1/2026). Dalam audiensi perdana tersebut, Ketua PBFI Kepri Chairis hadir didampingi Sekretaris Umum Yulianti Asril dan anggota Martin. Pertemuan berlangsung hangat sebagai langkah awal memperkuat sinergi organisasi.

Kunjungan pengurus PBFI disambut jajaran KONI Kepri yang diwakili Sekretaris Umum Dr. Suyono mewakili Ketua Umum Usep RS, didampingi Kabid Media dan Publikasi Heru Mardianto. Pertemuan ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari capaian organisasi hingga kesiapan menghadapi program ke depan.

Chairis yang akrab disapa Epi memaparkan, sejak terpilih dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) pada Mei 2025 lalu, kepengurusan baru langsung bergerak cepat dengan menggelar event bertaraf internasional.

Kepri sukses menjadi tuan rumah 16th World Bodybuilding Physique Sports Championship 2025 pada November 2025 yang diikuti 34 negara dengan sekitar 700 peserta. Tak hanya sukses penyelenggaraan, dari delapan atlet yang diturunkan, PBFI Kepri juga mampu meraih gelar juara.

Dalam kesempatan itu, Epi turut menyampaikan kendala administratif yang masih dihadapi kepengurusan baru. Menurutnya, laporan administrasi kepengurusan sebelumnya belum sepenuhnya tuntas, sehingga berdampak pada ruang gerak organisasi saat ini. Ia berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan agar roda organisasi berjalan lebih leluasa.

Epi juga mencontohkan, hingga kini pihaknya belum dapat melakukan audiensi dengan Gubernur Kepri untuk memperkenalkan kepengurusan baru secara resmi. Karena itu, PBFI meminta arahan sekaligus dukungan KONI Kepri untuk memfasilitasi komunikasi tersebut.

Sebagai bagian dari penguatan organisasi, PBFI Kepri telah membentuk kepengurusan di empat daerah, yakni Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang. Sementara untuk Natuna, Anambas, dan Lingga, proses administrasi pembentukan kepengurusan masih berjalan.

Dengan struktur yang semakin lengkap, PBFI Kepri menyatakan kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang direncanakan berlangsung November 2026.

 

KONI Kepri Tegaskan Kepengurusan Lama PBFI Wajib Tuntaskan Laporan Administrasi

Sekretaris Umum KONI Kepri Dr. Suyono didampingi Heru Mardianto selaku Kabid Humas Media saat menerima kunjungan Ketua PBFI Kepri Chairis yang didampingi Yulianti Asril (Sekum) dan Martin (atlet)

Ketua Umum KONI Kepulauan Riau, Usep RS, melalui Sekretaris Umum Dr. Suyono, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa silaturahmi yang terus terjalin merupakan bukti terbangunnya komunikasi yang baik antara pengurus cabang olahraga dengan KONI sebagai induk organisasi pembinaan.

Mewakili Ketua Umum KONI Kepri, Dr. Suyono mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pengprov PBFI Kepri yang tetap menjalankan roda organisasi meskipun masih menghadapi sejumlah kendala. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor belum optimalnya fungsi pembinaan atlet binaraga di Provinsi Kepulauan Riau.

“Kami mengapresiasi apa yang telah dilaksanakan oleh PBFI Kepri, khususnya keberhasilan menggelar kejuaraan dunia di Kota Batam serta meloloskan 4 atlet dari 8 atlet yang bertanding dan meraih prestasi juara di tingkat dunia,” ujar Dr. Suyono.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi besar, khususnya bagi atlet binaraga di Kota Batam dan Kepulauan Riau secara umum, untuk terus mengembangkan dan menggelorakan olahraga binaraga agar semakin dikenal, dicintai, dan diminati oleh masyarakat luas.

Terkait kelengkapan struktur organisasi, Dr. Suyono mengingatkan Ketua PBFI Kepri, Chairis atau yang akrab disapa Epi, agar segera memperkuat dan melengkapi kepengurusan di tingkat kabupaten/kota. Ia menyambut baik laporan awal bahwa kepengurusan PBFI telah terbentuk di Kota Batam, Tanjungpinang, Karimun, dan Bintan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang direncanakan berlangsung pada November 2026.

Dr. Suyono menegaskan bahwa laporan organisasi ke depan harus mencakup data jumlah atlet, susunan kepengurusan Pengprov PBFI Kepri, serta kepengurusan PBFI di tingkat kabupaten/kota. Laporan tersebut nantinya disampaikan kepada KONI Kepri untuk diteruskan kepada Dispora Provinsi Kepulauan Riau serta panitia tuan rumah Porprov, yaitu Kota Tanjungpinang.

Ia menekankan bahwa salah satu syarat keikutsertaan dalam Porprov adalah telah terbentuknya kepengurusan Pengprov serta minimal empat Pengkab/Pengkot yang aktif. Selain itu, nomor pertandingan yang dipertandingkan harus diikuti oleh sedikitnya empat daerah yang telah memiliki kepengurusan resmi.

Terkait bantuan hibah Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dispora yang disalurkan melalui KONI Kepri, Dr. Suyono menegaskan bahwa hingga saat ini kepengurusan lama PBFI Kepri belum melengkapi administrasi, khususnya laporan kegiatan serta rincian penggunaan dana hibah.

“Kami tegaskan, untuk memperlancar program kerja Pengprov PBFI Kepri yang saat ini dipimpin oleh Chairis atau Epi, maka kelengkapan laporan administrasi kepengurusan lama harus segera diselesaikan,” tegas Dr. Suyono. (lis)