Keprisatu.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura secara khusus meminta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi jemaah haji asal Kepri.
Pesan itu disampaikannya saat membuka kegiatan Diklat PPIH Kelompok Terbang (Kloter) Tahun 1447 H/2026 M di Aula Aziziah Asrama Haji Batam Centre, Kota Batam, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Nyanyang, petugas haji memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran ibadah jemaah. Ia menekankan agar seluruh petugas menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta mengedepankan pendekatan humanis.
Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan kepada jemaah bukan sekadar tugas administratif, tetapi bentuk pengabdian. Karena itu, setiap petugas diminta memahami kondisi jemaah yang beragam, terutama jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian ekstra selama menjalankan rangkaian ibadah.
Diklat PPIH ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan petugas, baik dari sisi teknis, kesehatan, maupun manajemen pelayanan di lapangan. Dengan pembekalan yang matang, pemerintah optimistis penyelenggaraan haji tahun 2026 dapat berjalan lebih baik dan memberikan rasa aman bagi seluruh jemaah asal Kepulauan Riau.
“Menjadi kewajiban kita, terutama petugas haji, untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada para jemaah selama mereka melaksanakan ibadah haji, khususnya saat berada di tanah suci,” ujar Wagub.
Nyanyang menyebut PPIH mengemban tugas mulia sekaligus amanah besar yang telah dipercayakan oleh negara, berperan vital sebagai pendamping, pengayom, pengarah, dan penolong bagi jemaah, mulai dari keberangkatan, selama perjalanan, hingga kembali ke tanah air.
“Karenanya, petugas haji harus benar-benar dituntut melakukan tugas dan tanggung jawabnya secara baik,” pungkasnya lagi. Berdasarkan data Kementerian Agama RI tahun 2025, jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 240 ribu orang, dengan kuota untuk Provinsi Kepri sekitar 1.300 jamaah.
“Angka ini menunjukkan betapa besar tanggung jawab yang harus kita pikul bersama, terutama bagi para petugas haji yang mendampingi jemaah selama mereka beribadah di tanah suci,” tambah Nyanyang. (tjo)
